Kota Madiun Miliki Ambulace Modern Layaknya UGD Rumah Sakit

KBRN, Madiun: Pelayanan kesehatan masyarakat menjadi program prioritas pemerintah, tidak terkecuali di Kota Madiun. Pemkot  menganggarkan sekitar Rp1,1 Milyar untuk pengadaan mobil ambulance modern. Bukan seperti ambulance pada umumnya, melainkan ambulance yang disulap sebagai sebagai rumah sakit berjalan.

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, keberadaan ambulance tersebut digunakan sebagai penunjang kegawatdaruratan. Bahkan didalam kendaraan tersebut dilengkapi fasilitas pacu jantung, rekam jantung, oksigen dan lain sebagainya. Ambulance itu bukan untuk membawa pasien ke fasilitas layanan kesehatan dalam hal ini rumah sakit, tatapi  untuk memberikan penanganan langsung.

“Ambulance itu datang ke pasien bukan hanya sopir dengan mobil. Tapi perlatannya lengkap, termasuk ada tenaga medisnya. Sakit apa itu langsung didiagnosa disitu, dikasih obat disitu, lalu ada tindakan-tindakan. Tindakannya ya seperti gawat darurat. Jadi ambulance ini istilahnya seperti masuk UGD rumah sakit, lengkap,” ungkap Maidi usai melakukan gowes dalam rangka HUT ke-49 Korpri di Rowo Bening, Jum’at (27/11/2020).

Ambulance modern tersebut standby 24 jam untuk melayani masyarakat tanpa dipungut biaya. Bagi mereka yang membutuhkan bisa menghubungi call center 112. Pemkot juga berencana menambah pengadaan ambulance dengan kendaraan lebih kecil sehingga bisa menjangkau rumah warga yang berada di gang-gang. Sedangkan delapan unit ambulance yang selama ini dimiliki pemkot sifatnya angkut cepat.

“Insya allah 2021 kita usahan untuk pengadaan lagi yang kecil, karena ambulane yang baru kita beli tahun ini kan besar sehingga tidak bisa masuk ke gang-gang,” katanya.

Ia berharap, keberadaan ambulance modern itu dapat mempermudah masyarakat mendapat pelayanan kesehatan. Dengan begitu jika ada satu orang masyarakat yang sakit, tidak merepotkan anggota keluarga lain. Baik untuk mengantar maupun menunggu perawatan di rumah sakit. Sehingga mereka bisa menjalankan aktifitasnya tanpa khawatir terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan pemda.

“Saya tidak ingin ada satu orang sakit, tiga orang sehat mereka ikut sakit. Kalau pola ini kita jalankan, maka yang sehat bisa kerja, dan yang sakit sudah urusannya tim medis. Inilah pelayanan prima yang kita lakukan. Kota Madiun ini harus sehat ekonominya, orang sakit segera sehat dan tidak menimbulkan orang sakit baru,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00