Tugu Tapal Batas Jadi Soal Pembangunan JRRT Madiun

KBRN, Madiun: Pembahasan pembangunan jalan ring road timur (JRRT) Kota Madiun terus berlanjut. Hanya saja yang menjadi soal adalah Pilar Acuan Batas Utama (PABU) 024 atau keberadaan tugu tapal batas antara Pemkab dengan Pemkot Madiun.

Hal itu diketahui saat Pemprov Jatim melalui Bakorwil Madiun melakukan fasilitasi awal mempertemukan jajaran Pemkab dan Pemkot Madiun di aula Bakorwil, Rabu (25/11/2020). Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Madiun, Suwarno mengatakan, saat ini keberadaan PABU tersebut tidak ada masalah. Hanya saja ketika nanti JRRT dibangun, dipastikan akan mengenai pintu masuk Ring Road Timur sehingga harus segera ditindaklanjuti.

“Nanti kaitannya dengan PABU itu biar ada tindaklanjut setelah rapat ini. Tapi prinsipnya semua sepakat untuk sama-sama menyuport kegiatan JRRT itu,” kata Suwarno.

Asisten Administrasi dan Kesra Kabupaten Madiun, Agus Budi Wahyono mengungkapkan, secara prinsip pemkab mengapresiasi pembangunan JRRT untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madiun dan sekitarnya. Hanya saja terkait pembangunan proyek strategis nasional itu, hendaknya ada kesepakatan dan kerjasama antar daerah sesuai Permendagri No.22/2020.  Termasuk pembahasan mengenai tapal batas atau PABU 024 yang nantinya dilewati sebagai pintu masuk JRRT.

“Ini kan belum dibangun kesepakatan. Pada prinsipnya kita mengacu pada Permendagri itu. Termasuk PABU 024 itu. Kita tidak akan merubah, hanya tugu batas jalan itu harus kelihatan. La itu lah yang akan kita kondisikan kedepan,” ungkapnya.

Kasubag Penataan Wilayah dan Pertanahan, Biro Administrasi Pemerintahan dan Otoda Pemprov Jatim, Ratna Pratiwi menuturkan, PABU atau tugu tapal batas harus dibangun dan terlihat jelas (nampak), tidak dibawah jalan atau jembatan. Sedangkan sesuai aturan, PABU harus berada di pinggir jalan bukan ditengah jalan.

Menurut Ratna, PABU yang ada di wilayah Madiun masuk tipe B. Pun sesuai Permendagri No. 141/2017, spesifikasi PABU disebutkan bahwa untuk pilarnya berukuran 40x40x75 sentimeter diatas tanah dengan kedalaman 100 sentimeter. Sehingga harus sesuai dan tidak dapat ditambah maupun dikurangi.

“Pilar itu tidak boleh menghalangi jalan, jadi itu sebagai penanda dan harus ada serta tidak boleh mengganggu fungsi jalan. Jadi ada spesifikasi yang jelas di aturan Permendagri No.141/2017 mengenai ukuran pilar,” tuturnya.

Sementara itu Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bakorwil Pemerintahan dan Pembangunan Provinsi Jatim di Madiun, Karyadi menjelaskan, akan ada fasilitasi lanjutan terkait pembangunan JRRT. Salah satunya pembahasan mengenai PABU 024 agar pembangunan proyek nasional itu tidak terganjal soal keberadaan tugu tapal batas.

“Yang agak krusial kan di PABU itu. Nanti kita lebih intens lagi lah pembicaraan dengan kabupaten dan kota Madiun. Wong semua untuk kepentingan masyarakat baik di Kota maupun Kabupaten Madiun kan,” jelasnya.

Adapun rapat yang melibatkan badan, dinas, instansi Pemprov Jatim, Kabupaten Madiun dan Kota Madiun menghasilkan empat poin. Pertama, Pemkab dan Pemkot akan melanjutkan hasil rapat kepada Bupati/Walikota untuk menyusun kerjasama daerah antara Kota dengan Kabupaten Madiun untuk selanjutnya ditindaklanjuti dengan naskah kesepakatan bersama yang difasilitasi oleh Pemprov Jatim. Kedua, Pemkot Madiun segera melaksanakan pengurusan terkait pembangunan JRRT. Mulai Amdal, Andalalin, Izin Pemanfaatan Ruang (IPR), Detail Enginering Desain (DED) serta dokumen perencanaan penetapan lokasi harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketiga, pembangunan PABU 024 harus disesuaikan dengan Permendagri No.141/2017 tentang penegasan batas daerah serta berdasarkan Permendagri No. 62/2010 tentang Batas daerah Kota Madiun dengan Kabupaten Madiun dan batas daerah Kota Madiun dengan Kabupaten Magetan dengan berita acara kesepakatan kedua belah pihak yang hasilnya dilaporkan ke Gubernur Jatim. Poin keempat, hasil rapat akan ditindaklanjuti dengan rapat-rapat selanjutnya antara Pemkab dan Pemkot Madiun yang difasilitasi Pemprov Jatim.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00