BPJS Kesehatan Ajak Peserta Manfaatkan Layanan Tanpa Tatap Muka

KBRN, Madiun: BPJS Kesehatan berkomitmen meningkatkan layanannya meski di tengah pandemi covid-19. Daiantaranya, mengajak peserta memanfaatkan layanan tanpa tatap muka. Mulai layanan administrasi, permintaan informasi, hingga kepengaduan dapat dilakukan dari rumah tidak perlu datang ke kantor cabang.

Peserta dapat menggunakan kanal layanan mobile JKN, Care Center, serta ke Petugas Pemberian Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) RS. Hal itu ditegaskan Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari pada Media Workshop dan Anugrerah Lomba Jurnalistik BPJS Kesehatan 2020 yang berlangsung secara virtual di Madiun, Jum’at (23/10/2020).

BPJS Kesehatan lanjutnya, juga menyediakan fasilitas chat asistant JKN (Chika) yang bisa dimanfaatkan peserta untuk mendapatkan informas. Mulai status kepesertaan dan tagihan iuran peserta. Kemudian manfaat dan prosedur layanan JKN-KIS, prosedur pendaftaran progam JKN-KIS, lokasi fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, lokasi kantor BPJS Kesehatan, informasi kesehatan, hingga layanan administrasi.

Ia mengakui, sejak pandemi ini telah terjadi pergeseran layanan dari yang sebelumnya peserta datang ke kantor cabang beralih menggunakan aplikasi online. Upaya itu bertujuan memutus rantai penyebaran covid-19. Upaya lain kata Andayani, BPJS Kesehatan juga telah menerapkan antrian online untuk mengurangi waktu tunggu antrian dan peserta dapat memprediksi waktu kunjungan ke FKTP.

“Jadi kami himbau masyarakat utamanya peserta JKN ini tidak usah datang ke kantor. Cukup dari rumah mereka bisa menggunakan layanan-layanan BPJS Kesehatan,” katanya.

Sementara itu Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengungkapkan, tingkat kepuasan peserta JKN terus meningkat termasuk kepuasan kepada fasilitas kesehatan RS. Tingkat kepuasan itu paling banyak dari sektor peserta penerima bantuan iuran (PBI).

Ia menyebut, indeks kepuasan peserta JKN yakni dari 75 persen di tahun 2014 menjadi 79,7 persen di tahun 2018. Angka itu kembali meningkat menjadi 85 persen di tahun 2019. Sedangkan indeks kepuasan fasilitas kesehatan yang semula 65 persen  di tahun 2014, menjadi 75,8 persen di tahun 2018. Selanjutnya di tahun 2019 kembali meningkat menjadi 80.

“Faskes harus konsisten menjaga pelayanan sesuai standar, jadi tidak ada alasan menurunkan pelayanan. Bahkan standar pelayanan harus plus guna mengantisipasi pandemi covid-19. Plus protokol kesehatan. Kemudian BPJS Kesehatan juga harus mengoptimalkan pelayanan berbasis digital untuk mengurangi kontak langsung dengan pasien atau calon pasien,” paparnya.

Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Putro Pamungkas menambahkan, pihaknya akan terus berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada peserta. Beragam kanal pelayanan non tatap muka tersebut diharapkan bisa menekan penularan covid-19. Pun kampanye penerapan protokol kesehatan juga terus dilakukan.

“Peningkatan layanan tanpa tatap muka terus kita gaungkan, disitu BPJS Kesehatan juga memberikan layanan melalui virtual. Diantaranya aplikasi Pandawa, Chika, dan masih banyak lagi. Alhamdulillah sejak adanya kanal virtual itu saat ini ada peningkatan layanan di kantor kami,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00