Pakar Asuransi Kesehatan Sebut JKN-KIS Jadi Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi

KBRN, Madiun: Pakar Asuransi Kesehatan dari Universitas Indonesia, Prof. Budi Hidayat menyebut, program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi. Namun fakta menyebutkan bahwa sejak JKN beroperasi, tidak bisa dipungkiri publik justru diperlihatkan dengan adanya defisit.

Artinya dana yang dikumpulkan dalam program JKN tidak mencukupi bahkan untuk membayar klaim manfaat masih kurang karena tingginya utilitas sehingga perlu ada proses penambalan. Namun bukan dari perspektif defisit, melainkan ada mekanisme dibaliknya yang justru mendongkrak kegiatan ekonomi lain.

Hal itu dikatakan Prof. Budi disela-sela Workshop Media dan Anugerah Lomba Jurnalistik BPJS Kesehatan yang dihelat secara virtual, diikuti perwakilan media se Indonesia, Kamis (22/10/2020). Menurutnya, ketika ada gelontoran dana triliunan rupiah dalam bidang kesehatan, akan menjadi pendorong kegiatan sektor ekonomi lain.

"Secara kongkrit di rumah sakit katakanlah dulu hanya didatangi hanya 10 persen populasi, kini bisa dikunjungi lebih 50 persen. Implikasi disini adalah, rumah sakit menjadi ramai. Kemudian bisnis di sekitarnya ada warung, penjaga parkir ini bergerak. Jadi ketika ada gelontoran dana di bidang kesehatan juga akan menjadi lokomotif penggerak di berbagai chanel," ucapnya.

Dampak pandemi covid-19 kata Budi, juga berpengaruh terhadap tingkat kunjungan pasien ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun lanjutan dalam hal ini rumah sakit. Kemungkinan karena mereka khawatir terpapar covid-19. Budi mengakui, fakta tersebut berimplikasi terhadap turunnya angka utilisas di fasilitas layanan kesehatan.

Karena itu perlu adanya langkah promotif dan preventif yang dilakukan semua pihak utamanya BPJS Kesehatan untuk turut serta mengedukasi masyarakat guna menjamin keamanan dan kesehatan pasien dari wabah tersebut.

Seperti diketahui kegiatan media workshop dan anugerah lomba jurnalistik yang dihelat BPJS Kesehatan berlangsung secara virtual selama dua hari, Kamis (22/10/2020) dan Jum'at (23/10/2020). Adapun materi webinarnya yakni menjaga keberlangsungan Program JKN-KIS, Peran Jaminan Sosial Kesehatan di Era Pandemi Covid-19 dan Optimalisasi Layanan Jaminan Kesehatan di Era Pandemi Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00