Kegiatan Suro-Suran Agung di Madiun Jadi Atensi Khusus

KBRN, Madiun: Kepolisian memberikan atensi khusus terhadap kegiatan Suro dan Suran Agung memperingati 1 Muharram khususnya di wilayah Madiun. Namun tahun ini perayaannya dipastikan berbeda dampak pandemi covid-19. Hal itu diungkapkan Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jawa Timur, Kombes. Pol Muhammad Firman dalam acara rapat koordinasi dan fasilitasi Suro dan Suran Agung se Bakorwil I Madiun, Nganjuk dan Bojonegoro di Hall Sun Hotel Madiun, Kamis (13/8/2020).

Firman mengatakan, Polda Jatim telah lebih dulu melakukan pertemuan dengan perguruan pencak silat. Ada empat poin yang disepakati. Pertama, kegiatan ziarah makam tahun ini ditiadakan. Kedua, pengesahan warga baru khususnya bagi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dilaksanakan di wilayah masing-masing, baik ditingkat cabang maupun ranting. Ketiga, pengesahan calon warga baru tidak menimbulkan pelanggaran hukum baik terhadap masyarakat maupun perguruan pencak silat lainnya. Keempat, apabila terjadi pelanggaran, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kegiatan ziarah makam untuk tahun ini ditiadakan karena memiliki potensi menimbulkan pergerakan massa, berkumpulnya masyarakat sehingga ini dikhawatirkan muncul klaster baru. Madiun yang selama ini bertsatus zona orange diharapkan menjadi zona hijau sehingga situasi kamtibmas bisa terwujud dengan baik. Himbauan kepada masyarakat tetap patuhi protokol kesehata. Ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah, tolong dipatuhi dan dilaksanakan,” ungkapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bakorwil I Madiun, Benny Sampirwanto menyatakan, untuk mewujudkan kamtibmas perlu dukungan semua pihak. Karenanya, pada momentum Suro dan Suran Agung tahun ini, pihaknya meminta partisipasi semua elemen masyarakat utamanya pengurus perguruan pencak silat, agar tidak ada mobilisasi massa selama peringatan 1 Muharram, untuk mengantisipasi penyebaran covid-19.

“Kami kepada jajaran diluar Madiun Raya juga menghimbau agar teman-teman forkopimda ikut mendukung kamtibmas di Madiun yang menjadi pusatnya perguruan pencak silat,” kata dia.

Walikota Madiun, Maidi meminta seluruh perguruan pencak silat di Madiun mematuhi ketentuan yang telah menjadi kesepakatan bersama. Ketegasan itu dengaja dilakukan agar tidak muncul klaster baru persebaran virus corona.

“Tidak ada yang ngeyel. Semua harus taat. Kegiatan-kegiatan ini menjadi komitmen semua pengambil kebijakan di daerah Bakorwil I Madiun, jadi harus dipedomani. Saya tidak akan memberikan toleransi bagi warga yang tidak komitmen,” ucapnya.

Sementara itu Kapolres Madiun Kota, AKBP R Bobby Aria Prakasa mengapresiasi komitmen yang sama dari Ketua IPSI, Ketua Umum PSHT dan PSHWTM terkait perayaan 1 Muharram 1442 ditengah pandemi covid-19. Hal ini terlihat dengan menyepakati 4 butir kesepakatan bersama. Diantaranya tidak melaksanakan tradisi ziarah makam tokoh pendiri PSHT serta pelaksanaan pengesahan calon warga baru dilaksanakan di wilayah masing-masing.

“Alhamdulillah mereka telah mempunyai perasaan yang sama dalam menyikapi pandemi covid-19. Untuk kegiatan pengamanan, kita menerjunkan 1.265 personel,” terangnya.

Disamping itu ia mengajak seluruh masyarakat tidak terkecuali seluruh perguruan pencak silat untuk bersama-bersama melawan corona. Caranya disiplin menerapkan protokol kesehatan, selalu memakai masker, menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00