Dindik Madiun Tunggu Instruksi Pusat Soal Wacana Penghapusan UN

KBRN, Madiun : Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat terkait wacana penghapusan ujian nasional (UN). Sebab, sesuai rencana, kepala dinas pendidikan se-Indonesia akan mengikuti rapat koordinasi bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta pada Rabu (11/12/2019). Salah satu materi yang akan dibahas, kemungkinan terkait pelaksanaan UN.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Pendas) Dindik Kota Madiun, Eny Yuanawati mengatakan, sambil menunggu kebijakan pemerintah, pihaknya kini mulai melakukan persiapan. Diantaranya pendataan terhadap siswa SD dan SMP yang mengikuti UN maupun Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN).

“Memang wacana diluar seperti itu namun sampai sekarang belum ada berita yang memastikan bahwa UN apa tidak. Kita sendiri tidak tahu untuk kegiatannya (UN) ada perubahan apa tidak, nanti kita menunggu rapat-rapat berikutnya,” katanya, Jum’at (6/12/2019).

Eny menyatakan, berdasarkan hasil pendataannya, ada 3.666 siswa SMP/Mts yang mengikuti UN di Kota Madiun. Mereka berasal dari 24 SMP negeri/swasta, dan empat MTs negeri/swasta. Kemudian untuk jenjang SD/MI, seluruhnya ada 2.568 siswa yang mengikuti UASBN masing-masing terdiri 72 SD dan 14 MI baik negeri/swasta.

Sesuai jadwal resmi yang dirilis Kemendikbud melalui Badan Standar Pendidikan Nasional (BSNP), UN diawali dari siswa SMK mulai 16-19 Maret 2020. Dilanjutkan UN siswa SMA dimulai 30 Maret sampai 2 April 2020. Kemudian UN jenjang SLTP dilaksanakan mulai 20-23 April 2020. Sedangkan UASBN jenjang SD/MI dijadwalkan berlangsung 2-4 Mei 2020.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00