UMK 2020 di Kota Madiun Direncanakan Naik Rp153.299

KBRN, Madiun : Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Madiun masih melakukan pembahasan rencana kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) yang akan diberlakukan mulai 2020. Kepala Disnaker, Suyoto mengatakan, kenaikan upah direncanakan sekitar Rp153.299. Menurutnya, besaran UMK tahun 2020 dirumuskan dari besaran UMK Tahun 2019 ditambah UMK berjalan dikalikan penjumlahan antara inflasi nasional 3,39 persen dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 5,12 persen. Artinya, UMK tahun 2019 Kota Madiun sebesar Rp1.801.406 dikalikan 8,51 persen, diperoleh angka Rp153.299. Dengan begitu UMK Kota Madiun yang akan diberlakukan tahun depan direncanakan sebesar Rp.1.954.705.  Hal itu sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Tenaga Kerja (Menaker) tertanggal 15 Oktober. Meski begitu, rencana kenaikan itu masih akan dibahas dengan serikat pekerja, asosiasi pengusaha indonesia (Apindo) dan dewan pengupahan yang ada di Kota Madiun. "Nanti usulan dewan pengupahan kami sampaikan kepada walikota. Kemudian nanti dari walikota diputuskan berapa baru kita usulkan ke provinsi," ungkapnya, Rabu(23/10/2019). Suyoto menyatakan, paling cepat untuk UMP provinsi ditetapkan 1 November. Sedangkan UMK kabupaten/kota ditetapkan oleh Gubernur maksimal 15 November. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, tidak ada karyawan di Kota Madiun yang mengajukan keberatan terkait penetapan UMK.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00