Pasar Sleko Madiun Jadi Proyek Percontohan Pasar SIAP QRIS

KBRN, Madiun : Pandemi covid-19 mendorong kemudahan bertransaksi secara digitial. Seperti di Kota Madiun, Pasar Sleko terpilih dari 250-an pasar tradisional di Indonesia yang menjadi proyek percontohan Pasar SIAP QRIS, kepanjangan dari Pasar Sehat, Inovatif, Aman Pakai Kode QR standar Indonesia. Launching Pasar SIAP QRIS dilakukan Walikota Madiun, Maidi bersama perwakilan BI Kediri dan Bank Jatim di area food court Pasar Sleko Madiun, Jum’at (19/8/2022).

Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri, C. Tratmono Wibowo mengatakan, program Siap QRIS ini bertujuan untuk mendisiplinkan protokol kesehatan, efisiensi, praktis tanpa harus mengeluarkan sejumlah uang untuk melakukan pembayaran. Sebab transaksi dapat digunakan secara digital dengan cara mendaftar QRIS selanjutnya scan barkode dan masukkan besarnya nominal yang harus dibayar.

“QRIS ini bisa digunakan untuk pedagang kecil karena nominalnya dibawah Rp10 juta sehingga itu untuk mempermudah transaksi kecil. Kalau transaksi besar untuk pembayaran tanah, rumah di atas Rp10 juta ya pakai RTGS. Kan QRIS itu bisa dikatakan dompet elektronik,” katanya.

Serah Terima : Walikota Madiun secara simbolis menyerahkan barkode QRIS kepada perwakilan pedagang.

Tratmono menyatakan, tidak hanya di Pasar Sleko kedepan QRIS akan diperluas di pasar tradisional lain. Sementara di wilayah BI Kediri tahun ini ada empat lokasi yang ditunjuk BI pusat sebagai Pasar Siap QRIS, termasuk di Pasar Sleko Madiun.

“Kita mendorong pasar lain juga menggunakan QRIS. Jadi kalau dulu kan orang mau ngojek itu manual, tapi dengan perkembangan dan perubahan zaman sekarang banyak ojok online (online) ya akhirnya masyarakat mau nggak mau menggunakan. Sama juga dengan penerapan QRIS ini,” katanya.

Kesempatan yang sama Walikota Madiun, Maidi mengungkapkan warga Kota Madiun telah melek IT. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya transaksi yang dilakukan secara online. Sehingga ia meyakini penerapan QRIS di pasar tradisional kedepan tidak mengalami kesulitan. Jika transaksi non tunai itu diterapkan, maka sistem pembayaran kedepan lebih efektif dan efisien. Artinya kemana pun tidak lagi membawa dompet karena bisa bertansaksi menggunakan handphone.

Launching : Pemukulan Gong oleh Walikota Madiun, Maidi menandai launching Pasar SIAP QRIS di Pasar Sleko.

“Karena kota ini semakin ramai, IT kita kuasai pola perubahan harus kita ikuti. Keunggulan pakai QRIS ini yang jelas aman, praktis, simpel. Saya nggak bawa dompet tapi bayarnya kan bisa lewat Hp,”  ungkapnya.

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk bertransaksi secara digital tanpa melalui sentuhan, QRIS memberikan banyak keuntungan bagi para pedagang dan kalangan UMKM. Antara lain transaksi tercatat dan langsung masuk rekening sehingga mudah dimonitor. Kemudian tidak perlu uang kembalian, bebas risiko pencurian dan uang palsu, mengikuti tren pembayaran terkini serta menjaga akselerasi pemulihan ekonomi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar