Cuaca Tidak Menentu, Petani Tembakau Beralih ke Tanaman Lain

KBRN, Ngawi : Akibat perubahan cuaca yang tidak menentu berdampak pada hasil tanaman tembakau yang menurun. Selain itu, luasann tanaman tembakau di wilayah Kabupaten Ngawi juga menurun.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Ngawi Sojo menyampaikan Hasil panen petani tembakau di wilayah Kabupaten Ngawi tidak mencapai target. Hal ini karena musim tanam padi yang mundur akibat pengaruh cuaca dan serangan hama. Ketika memasuki musim tembakau pada bulan Juli, curah hujan masih tinggi. Sehingga banyak petani tembakau yang beralih ke tanaman padi. Disisi lain, potensi pangsa pasar hasil tembakau Karangjati Kabupaten Ngawi juga masih rendah.

“Sebenarnya tahun ini estimasi target lebih tingggi dari tahun lalu. Hanya ternyata ada kendala di musim tanam padi yang usianya molor karena waktu itu ada hama dan penyakit sehingga musim panen padi juga molor. Akibatnya berdampak pada musim tanam tembakau. Kemudian ketika masuk musim tanamn tembakau di bulan Juli ternyata curah hujan masih tinggi sehingga petani tidak masu berspekulasi menanam tembakau. Mereka cari aman dan praktis serta temannya banyak sehingga memilih menanam padi“ungkap Sojo(11/8/2022)

Sojo menyampaikan pengurus APTI setempat terus berupaya menjalin relasi guna meningkatkan pangsa pasar tembakau Karangjati.

Menurut Sojo, untuk kembali membesarkan Karangjati sebagai sentra petani tembakau di Kabupaten Ngawi perlu dukungan dari berbagai pihak. Tahun ini, 15 kelompok tani tembakau di kabupaten Ngawi mendapat bantuan 30 ribu batang bibit tembakau untuk masing-masing kelompok. Harapannya bantuan bibit dapat meningkat pada tahun depan. Tidak hanya itu, harapannya ada juga bantuan lain seperti pupuk untuk petani tembakau.(Mk)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar