Fraksi DPRD Minta Penjelasan Walikota Madiun Soal Raperda P-APBD 2022

KBRN, Madiun : Fraksi DPRD Kota Madiun memberikan sejumlah pertanyaan kepada Walikota Madiun, Maidi pada Raperda perubahan APBD (P-APBD) 2022. Sederet pertanyaan itu disampaikan juru bicara fraksi dewan saat DPRD menggelar rapat paripurna, Kamis siang (11/8/2022).

Sejumlah fraksi menyoroti soal tingginya alokasi belanja pegawai pada Rancangan APBD

Perubahan Kota Madiun Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp485,6 Milyar. Angka tersebut jauh berlebih jika dibandingkan dengan realiasi Belanja Pegawai pada semester pertama tahun anggaran 2022 yang hanya sebesar Rp178,9 Milyar.

Ketua DPRD Kota Madiun, Andi Raya Bagus Miko Saputra mengatakan pertanyaan yang disampaikan fraksi dewan merupakan hal yang wajar untuk penyempurnaan Raperda APBD 2022 yang nantinya ditetapkan sebagai Perda. Andi menyebut, tahapan selanjutnya dewan akan melakukan pembahasan bersama Pemkot Madiun hingga 10 hari kedepan.

Jika tidak ada perubahan, 20 Agustus nanti sudah ada jawaban dari Walikota Madiun atas pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan fraksi DPRD. Tahapan berikutnya, DPRD menjadwalkan penetapan P-APBD 2022 pada 24 Agustus mendatang.

“Itu hak fraksi menyampaikan pertanyaan-pertanyaan karena ada beberapa yang harus dilakukan penyempurnaan. Makanya di dalam pembahasan nanti diperlukan agar lebih rigid,” ujarnya.

Sementara itu Walikota Madiun, Maidi mengaku tidak mempermasalahkan pertanyaan yang disampaikan fraksi DPRD. Hal itu menurutnya untuk menyempurnakan Raperda P-APBD 2022 sebelum disahkan menjadi Perda.

“Namanya perubahan anggaran itu ya menyempurnakan APBD murni yang belum selesai,” katanya.

Selain berkaitan dengan belanja pegawai, sejumkah fraksi DPRD juga menyoroti minimnya serapan anggaran yang baru 40-an persen sehingga meminta walikota meningkatkan kinerja pemerintah  daerah. Berikutnya mempertanyakan peningkatakan kualitas kawasan permukiman kumuh dengan upaya pavingisasi sepanjang 46.000 meter persegi. Selanjutnya meminta penjelasan walikota terkait upaya pengentasan kemiskinan hingga  upaya menaikkan iklim investasi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar