Dorong Pertumbuhan UMKM, Bupati Serahkan Bantuan Alat Usaha

KBRN, Magetan: Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Magetan menyerahkan bantuan bantuan alat pendukung usaha bagi wirausaha muda, usaha mikro penyandang disabilitas dan usaha mikro makanan olahan, Kamis (7/7/2022) yang dipusatkan di balai pertemuan desa Prempelan kecamatan Karangrejo, Magetan. Kepala dinas Koperasi dan UM, Sukartini mengungkapkan penyerahan bantuan tersebut sekaligus menjadi penutupan pelatihan bagi pelaku usaha maupun calon pelaku usaha. Alat pendukung usaha yang diserahkan langsung oleh bupati Magetan diharapkan dapat mendukung usaha yang akan dibangun maupun yang telah berjalan. “Peralatan yang diberikan kepada 5 kelompok karang taruna wirausaha muda pada pelatihan pembuatan rak berbahan kombinasi kayu dan besi bagi terdiri dari inverter listrik, Gerinda listrik, sarung tangan dan rompi kerja. Peralatan yang diberikan kepada 5 kelompok pelaku usaha mikro penyandang disabilitas batik tulis berupa meja pola batik, gawangan, kompor listrik, canting tulis, dan satu paket bahan. Sementara peralatan yang diberikan kepada 25 pelaku usaha mikro cake dan bakery berupa apron dan mixer,” paparnya. Sukartini menambahkan, pelatian dan pembinaan telah dilaksanakan secara bergilir dengan sasaran desa-desa di wilayah kabupaten Magetan, sesuai kemampuan dinas koperasi dan usaha mikro. Dinas Koperasi dan UM berusaha melaksanakan pemberdayaan dan pembangunan UMKM dari hulu hingga hilir di seluruh desa kelurahan se-kabupaten Magetan agar dapat memberi kemanfaatan khususnya bagi pelaku usaha mikro. Bupati Magetan, Suprawoto yang menyerahkan bantuan secara simbolis turut memotivasi para pelaku usaha agar terus berkarya dan memaksimalkan penjualan daring. Disisi lain, pelaku usaha harus mempertahankan kekhasan dan meningkatkan kualitas produk. Menurutnya minat konsumen akan tetap besar kepada produk buatan tangan (handmade). “Kalau di era digital ini kan semua otomatisasi, justru keseragaman menjadi massal. Oleh sebab itu barang menjadi murah karena biaya tenaga kerjanya bisa ditekan karena pakai mesin semua. Justru yang mahal nanti adalah handmade atau buatan tangan dan ahlinya itu ada di Indonesia,” ujar Suprawoto. Sebagai upaya pemasaran luring, Pemkab memberi kesempatan pelaku UMKM untuk memamerkan produk di rumah promosi Jalan Diponegoro. Juga tengah mendorong toko modern baik lokal maupun berjaringan untuk menerapkan sistem konsinyasi (sistem jual-titip) produk UMKM Magetan. Sejauh ini sudah ada 17 produk UMKM yang berhasil masuk ke toko modern berjaringan nasional.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar