Danrem 081/DSJ Tinjau Posko Penyekatan Ternak di Perbatasan Jatim-Jateng

KBRN, Ngawi : Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto memerintahkan jajarannya untuk mencegah keluar masuknya ternak dari Jawa Timur. Ini karena semakin meluasnya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di Jatim.

Pos-pos penyekatan pun banyak digelar di pelosok Jatim. Tak terkecuali di Ngawi yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Guna menindaklanjuti instruksi Pangdam tersebut, Danrem 081/DSJ Kolonel Deni Rejeki meninjau langsung posko penyekatan di Mantingan, Ngawi yang merupakan salah satu akses utama keluar Jatim menuju Jateng.

"Peninjauan ini sebagai langkah dan upaya pencegahan serta penanganan, mengingat saat ini di Jawa Timur status PMK termasuk zona merah," katanya dalam keterangan persnya, Rabu (6/7/2022).

"Jadi TNI bersama kepolisian dan pemerintah daerah hingga ke tingkat bawah, ada Babinsa, Bhabinkamtibmas, PPL dan kepala desa melakukan tugas penyekatan," tambahnya.

Dijelaskannya bahwa tugas pos penyekatan adalah untuk melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen, jumlah hewan ternaknya, termasuk penggunaannya.

"Jadi jelas berapa jumlah yang masuk. Kalau untuk yang keluar Jatim sudah jelas tidak boleh," lanjutnya.

Selain instruksi langsung dari Pangdam, Kolonel Deni pun menegaskan, tugas mulia tersebut juga merupakan perintah langsung dari Kepala BNPB yang telah ditunjuk Presiden Jokowi untuk memimpin Satgas Penanganan PMK. Ditanya tentang harapan ke depan, khususnya tentang kasus PMK di Ngawi, Pamen TNI AD itu berharap agar kondisinya semakin membaik. 

"Yang mati 3, harapannya ke depan sudah tidak ada lagi," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar