Akibat PMK, Penjualan Daging Sapi di Kota Madiun Turun Drastis

KBRN, Madiun : Penyakit mulut dan kuku (PMK) membuat pedagang daging sapi di pasar tradisional Kota Madiun resah. Ini karena mereka mengalami penurunan omzet. Pun mendekati Idul Adha, permintaan daging sapi di pasaran kerap sepi.

Pedagang daging sapi di Pasar Sleko Madiun, Hartuti Ratnawati mengaku, omzet penjualannya menurun hingga 50 persen dibanding sebelum munculnya wabah PMK. Jika sebelumnya ia sehari mampu menjual 1-2 kwintal daging sapi, kini hanya 50-60 kg per hari.

“Ya turun omzetnya, gara-gara ada wabah PMK itu. Ini kan juga mendekati Hari Raya Kurban, biasanya memang permintaan dagingnya ya berkurang,” ucapnya, Rabu (6/7/2022).

Senada dikatakan Haryani, penjual daging sapi di Pasar Besar Madiun (PBM). Meski harga normal, namun permintaan daging sapi saat ini menurun drastis sejak adanya virus PMK yang menyerang hewan ternak, utamanya sapi.

“Sebenarnya daging yang dijual disini itu pasti sudah di cek terlebih dahulu kualitas dagingnya. Nggak mungkin sapi terkena virus PMK disembelih lalu dijual,” katanya.

Seperti diketahui, harga daging sapi di pasar tradisional Kota Madiun saat ini Rp120 ribu per kg untuk kualitas super. Kemudian kualitas nomor dua seharga Rp100 ribu per kg dan kualitas nomor tiga atau rawonan Rp80-90 ribu per kg. Para pedagang berharap, wabah PMK segera teratasi sehingga situasi kembali normal agar perekonomian kembali pulih.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar