Pagu DBHCHT Kota Madiun 2022 Naik Rp3 Miliar

KBRN, Madiun : Pagu Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) murni yang diterima Pemkot Madiun dari pemerintah pusat tahun ini mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Dari Rp18,4 Miliar di tahun 2021 menjadi Rp21,8 Miliar di tahun 2022.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk lima organisasi perangkat daerah (OPD) pengguna DBHCHT. Masing-masing Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB), RSUD kota, Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnakerkukm), Dinsas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta bagian Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Perekokesra).

Plt Kepala Bagian Perekokesra melalui Sub Koordinator Perekonomian, Rizky Dwi Akbar mengatakan, pagu DBHCHT tahun ini nantinya juga ditambah adanya sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahun 2021 sebesar Rp4,17 Milyar. Dengan demikian tahun ini ada Rp25,1 Miliar DBHCHT yang dikucurkan kepada lima OPD tersebut.

“Ploting paling besar di Dinkes-PPKB dan RSUD kota karena untuk penanganan kesehatan, covid-19 dan lain-lain,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (6/7/2022).

Di bagian Perekokesra, anggaran DBHCHT itu akan digunakan untuk kegiatan sosialisasi, kegaiatan rapat, pengadaan makanan dan minuman (mamin), kegiatan perjalanan dinas serta pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk buruh pabrik rokok sampai triwulan kedua.

Ia menyebut, DBHCHT yang diterima Pemkot Madiun tahun ini sekitar Rp25,1 Miliar akan digunakan untuk pembiayaan tiga bidang. Yakni bidang kesehatan dialokasikan sebesar Rp20,89 Miliar, Bidang Penegakan Hukum sekitar Rp2,3 Miliar dan bidang kesejahteraan masyarakat (kesmas) dialokasikan sekitar Rp1,86 Miliar.

Sesuai Surat Edaran dari Kemendagri nantinya akan ada OPD baru pengguna DBHCHT yang  disesuaikan saat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini. Yakni untuk Dinas Sosial-PPPA terkait pemberian BLT serta Satpol PP dan Damkar terkait kegiatan sosialisasi.

“Untuk besarannya kita masih proses hitung, karena ini peralihan. Kita harus menggunakan uang (DBHCHT) dulu, sisanya di oper kesana,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar