Imigrasi Madiun Bentuk Dolopo sebagai Desa Binaan

KBRN, Madiun :  Indonesia, di antara negara Asia tenggara  lainnya, merupakan negara penyumbang  pekerja migran terbesar.  Faktor pendorong atau penariknya antara lain karena kemiskinan, kurangnya lapangan pekerjaan di negeri sendiri sehingga memaksa  sejumlah warga negara Indonesia untuk mencoba mencari pekerjaan di negara lain yang menjanjikan gaji lebih besar.  Kabupaten Madiun merupakan salah satu kantong Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di luar negeri sehingga perlu mendapat perhatian semua pihak . Hal demikian karena banyak kasus yang menimpa PMI seperti tenggelamnya kapal di perairan Malaysia beberapa waktu lau yang ternyata memuat PMI yang akan diselundupkan ke negara asing.  Selain itu, adanya kasus penipuan oleh agen yang tidak bertanggungjawab dan tertangkapnya PMI di negara asing karena menggunakan dokumen palsu. Sebenarnya pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan kebijakan terkait dengan pelindungan terhadap PMI. Dan terkait dengan dokumen keimigrasian, khususnya pengurusannya, telah disosialisasikan kepada masyarakat baik melalui media massa, poster, brosur,  dan berbagai publikasi lainnya. Namun masih banyak masyarakat kabupaten Madiun yang belum terjangkau publikasi tersebut karena keterbatasan akses dan jarak yang jauh dari kantor imigrasi. Untuk mengatasi masalah itu, Kantor Imigrasi Madiun membentuk  desa binaan guna memperluas informasi keimigrasian.  Kepala Kantor Imigrasi Madiun, Andro Eka Putra, pada peresmian desa binaan di desa Dolopo, Rabu (6/7/2022) berharap, kepala desa dan perangkatnya bisa memberikan pemahaman tentang keimigrasian khususnya terkait penerbitan paspor bagi PMI yang akan bekerja di luar negeri.

“Jika kepala desa dan perangkatnya memiliki pemahaman yang mumpuni terkait dengan proses penerbitan paspor RI bagi pekerja migran Indonesia, hal tersebut akan lebih mengena pada masyarakat pedesaan”, katanya.

Jika masyarakat memahami  prosedur pengurusan dan penerbitan paspor, kata Andro,  akan terhindar dari upaya eksploitasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Untuk membantu masyarakat, di kantor desa Dolopo sebagai desa binaan imigrasi, juga ditempatkan sebuah perangkat  dengan aplikasi FORDI MIDUN  yang berisi persyaratan, prosedur dan  biaya paspor bagi PMI.  Bupati Madiun, Ahmad Dawami  menyambut baik terobosan Kantor Imigrasi Madiun  dengan membentuk desa binaan ini. Namun demikian, ia berpesan agar PMI yang akan ke luar negeri dibekali keahlian terlebih dahulu.

“Harapan saya, yang akan berangkat itu yang punya skill saja. Berbeda, ketika punya skill berangkat ke sana, berbeda. Kalau yang unskill, yang belum punya skill itu mau berangkat, ya skill-nya dikasih dulu. Mbah lurah kon ngekeni skill, skill apa wae. Diadakan pelatihan-pelatihan. Dan itu sangat penting”, kata bupati Ahmad Dawami.

Selain punya skill, bupati Madiun berharap, para PMI yang akan bekerja di luar negeri juga harus tahan banting atau memiliki daya survival yang tinggi. Hak itu karena  situasi dan kondisi di Indonesia dengan di luar negeri sangat jauh berbeda baik kehidupan sosialnya maupun kondisi alam atau iklimnya.  (Haryo)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar