BPJS Kesehatan Tingkatkan Mutu Layanan Lewat Telemedicine di Masa Pandemi

KBRN, Madiun : BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat, utamanya peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Salah satunya dengan menghadirkan layanan digital berbasis telemedicine. Hal itu menjadi solusi mengurai antrean yang sering  terjadi dalam alur pelayanan kesehatan baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL).

Hal itu antara lain dikatakan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Gufron Mukti dalam acara public expose pengelolaan program dan keuangan BPJS Kesehatan tahun 2021 secara virtual, Selasa sore (5/7/2022). Menurutnya, dengan adanya telemedicine, maka peserta JKN yang mengakses layanan dasar di FKTP dan memerlukan konsultasi dokter spesialis, tidak perlu datang ke rumah sakit.

Saat ini, lanjutnya, program tersebut masih dalam tahap pengembangan di seluruh Indonesia, termasuk di daerah pelosok.

“Melalui telemedicine tentunya kita berharap dan memastikan layanan JKN bisa diakses sampai ke pelosok negeri. Saat ini sudah diterapkan uji coba di 117 rumah sakit dan 50 FKTP di wilayah 3T dan non-3T,” ujar Ali Gufron.

Ia menyebut hingga Mei 2022, layanan telekonsultasi telah diakses oleh 19,4 juta pemanfaatan, di 21.945 fasilitas kesehatan di Indonesia. Jumlah itu naik signifikan dibanding data hingga September 2021 lalu, 12,4 juta pemanfaatan.

Layanan telekonsultasi ini diberikan antara lain edukasi upaya pencegahan penyebaran Covid-19, pemantauan status kesehatan peserta kronis, termasuk pemantauan status kesehatan peserta JKN yang terinfeksi Covid-19. Dengan adanya telemedicine ini, diklaim akan dapat menekan angka rujukan ke rumah sakit.

Namun demikian kualitas pelayanan tidak berkurang karena peserta yang tidak dirujuk sekalipun telah mendapat penanganan berupa terapi tindakan maupun obat sesuai hasil konsultasi dengan dokter di rumah sakit.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar