189 Pedagang Pasar Tradisional Kota Madiun di SP-3

KBRN, Madiun : Dinas Perdagangan Kota Madiun telah melayangkan surat peringatan ke tiga (SP-3) kepada 189 pedagang pasar tradisional di wilayah setempat. SP-3 ini dilayangkan karena kios mereka lama tidak beroperasional atau kegiatan usahanya vakum bertahun-tahun. Pun mereka juga masih memiliki hutang ke Pemkot Madiun yang belum diselesaikan.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Madiun, Puguh Supardijanto mengatakan, sejatinya ada 346 pedagang pasar yang diberikan surat peringatan pertama (SP-1) beberapa waktu lalu. Dari jumlah itu, 155 pedagang sanggup membayar hutang yang menjadi tanggung jawabnya dengan cara dicicil. Kemudian dua pedagang menyatakan tidak sanggup lagi berdagang dan telah menyerahkan kunci kiosnya ke dinas. Sehingga masih ada 189 pedagang yang kini telah diberikan SP-3.

“Kalau hutangnya pedagang ke Pemkot Madiun itu berdasarkan temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK.red) secara keseluruhan ada Rp5 Miliar,” katanya ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/7/2022).

Tidak hanya masalah hutang, namun dampaknya juga berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat utamanya ke pedagang. Karena itu persoalan tersebut menjadi perhatian yang harus segera diselesaikan. Apalagi saat ini ada aturan baru yang harus ditaati, sehingga perlu ada komitmen bersama baik dari pemkot maupun pedagang.

“Ayo sama-sama kita ramaikan pasar ini dengan memenuhi kewajiban terkait pembayaran sewa dan retribusi yang menjadi tanngung jawab dari masing-masing pedagang,” ungkapnya.

Saat ini pun pihaknya masih menunggu langkah-langkah yang akan diambil usai SP-3 itu dilayangkan kepada 189 pedagang pasar. Yakni menunggu petunjuk Walikota Madiun, Maidi. Kalau pun terpaksa harus ada tindakan tegas, maka akan dilakukan pencabutan izin usaha. Namun jika masih bisa dibina, maka akan dilakukan pembinaan.

“Kita lebih senang mereka berkomitmen untuk berdagang kembali daripada mencabut atau mengurangi lahan hidup mereka,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar