Harga Cabai Rawit Melejit Picu Inflasi Juni di Kota Madiun

KBRN, Madiun : Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun menyebut tingginya hanya cabai rawit memiliki andil besar penyumbang inflasi pada Juni 2022 di wilayah setempat. Perubahan harganya 88,10 persen dengan andil inflasi 0,34 persen. Kondisi itu membuat inflasi Kota Madiun sebesar 0,66 persen lebih tinggi dibanding inflasi Jawa Timur yang hanya 0,52 persen dan nasional 0,61 persen.

Kepala BPS Kota Madiun, Dwi Yuhennyi mengatakan, tingginya harga cabai rawit disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya suplay dan demand tidak sebanding. Ini karena faktor cuaca yang tidak menentu sehingga membuat petani cabai gagal panen. Apalagi, cabai yang dijual di Kota Madiun didatangkan dari sentra penghasil cabai wilayah Pare Kediri.

“Cabai rawit ini merupakan komoditas pemicu inflasi nomor satu dengan andil inflasi sebesar 0,3498 persen. Hari ini kita bisa merasakan pedasnya cabai yang harganya terus naik,” ujarnya, Selasa (5/7/2022).

Selain cabai rawit, sejumlah komoditas lain penyumbang inflasi yakni adanya kenaikan harga pada bawang merah dengan andil inflasi 0,1 persen. Berikutnya tomat, cabai merah, telur ayam ras, rokok kretek filter, tukang bukan mandor hingga rokok putih. Sedangkan sejumlah komoditas penekan inflasi di antaranya turunnya tarif angkutan antar kota. Berikutnya turunnya harga minyak goreng, tarif kndaraan roda empat online, bawang putih, ayam hidup hingga turunnya tarif kendaraan travel.

Adapun dari delapan kota penghitung inflasi nasional di Jatim, tertinggi terjadi di Kediri 0,78 persen, Probolinggo 0,74 persen, Jember 0,71 persen. Kemudian Madiun 0,66 persen, Banyuwangi dan Malang masing-masing 0,61 persen, Surabaya 0,46 persen dan Sumenep 0,45 persen.

“Kalau dibanding Juni dua tahun lalu ya ini yang tertinggi,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar