Ini Penjelasan Manajemen PG Rejo Agung Baru Soal Meninggalnya Dua Karyawan Pabrik

KBRN, Madiun : Manajemen Pabrik Gula (PG) Rejo Agung Baru Madiun akhirnya angkat bicara terkait dua karyawannya yang meninggal pada Kamis lalu (30/6/2022). Kepala Bagian SDM dan Umum PG Rejo Agung Baru, Retno Sadkeksi saat dikonfirmasi Jum’at (1/7/2022) berdalih dua karyawannya yang berstatus karyawan borong dan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) itu meninggal bukan karena kecelakaan kerja. Masing-masing Sunaryo yang bekerja di bagian pabrik tengah dan Sunarno yang bekerja di bagian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Ia menyatakan, insiden tersebut terjadi saat kedua karyawannya tersebut diduga hendak melakukan percobaan pencurian kabel bawah tanah. Aksi itu pun tidak berada di area PG Rejo Agung Baru, melainkan di area PT Mitra Nusantara yang berjarak sekitar 15 meter dari area kerja PG Rejo Agun Barug. Pun PT Mitra Nusantara itu kini sudah tutup alias sudah tidak lagi beroperasi. Retno menyatakan, peristiwa tersebut kini telah dilaporkan ke aparat kepolisian.

“Kematian dua karyawan kami bukan kecelakaan kerja, jadi ini adalah percobaan pencurian dan kami sudah melaporkan ke aparat kepolisian berdasarkan barang bukti yang ada di TKP,” katanya.

Meninggalnya dua karyawan PG Rejo Agung Baru Madiun itu mendapat atensi Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnakerkukm) Kota Madiun. Kepala Disnakerkukm, Agus Mursidi pun turun ke lokasi usai mendapati laporan percobaan pencurian yang berujung pada kematian. Tindak lanjutnya, ia masih menantikan hasil visum terhadap jenazah dua korban dan olah TKP dari aparat kepolisian untuk menentukan sikap. Namun demikian, ia pun mendorong pihak perusahaan untuk memberikan santunan kepada keluarga korban sesuai dengan perjanjian kerja bersama (PKB) yang telah disepakati.

“Kalau awalnya kemarin karena kecelakaan kerja ya kita mestinya koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Tapi karena ini bukan kecelakaan kerja ya kita koordinasi lah dengan perusahaan bagaimana terkait dengan jaminan kepada para pekerja yang telah meninggal tersebut. Terkait santunan kepada keluarga ya kita tetap koordinasikan dengan perusahaan, karena bagaimana pun kan mereka itu karyawannya PG Rejo Agung Baru,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Tatar Hernawan membenarkan adanya laporan dugaan pencurian dalam kasus tersebut yang dilayangkan manajemen PG Rejo Agung Baru. Namun pihaknya belum dapat menyimpulkan karena masih akan dilakukan pendalaman.

“Dia (dua korban.red )berada disitu itu atas perintah atau inisiatif sendiri. Kalau inisiatif sendiri ya berarti itu tadi masuk ke dugaan pencurian. Tapi kan semua masih dugaan, nanti kita perdalam lagi,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua karyawan PG Rejo Agung Baru Madiun meninggal dunia pada Kamis (30/6/2022). Dugaan sementara dua orang pekerja itu meninggal karena terkena sengatan aliran listrik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar