Kejaksaan Bersama Walikota Madiun Launching Balai Rehabilitasi Adhyaksa

KBRN, Madiun : Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun memiliki balai rehabilitasi Adhyaksa menindaklanjuti program Kejaksaan Agung.  Lokasinya berada di kompleks RSUD Kota Madiun.  Balai rehabilitasi tersebut dilauching Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Bambang  Panca Wahyudi bersama Walikota Madiun, Maidi, Jum’at (1/7/2022).

Bambang mengatakan, balai rehabilitasi penyalahguna narkoba ini merupakan program Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung RI dalam mengedepankan penegakan hukum restoratif justice narkoba. Menurutnya, tidak semua penyintas narkoba bisa menjalani rehabilitas. Di antaranya bagi mereka yang melanggar pasal 127 UU RI No.35/2009 tentang Narkotika. Kemudian  terdakwa pengguna narkoba dan barang buktinya di bawah 1 gram yang telah mendapat pendekatan keadilan restorative.

Berikutnya sudah menjalani serangkaian assessment yang dilakukan Tim Asesmen Terpadu (TAT), hasil pemeriksaan urine positif. Selanjutnya bukan jaringan narkoba, bukan termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) maupun bukan residivis.

Tanda Tangan : Walikota Madiun, Maidi didampingi Kajari Kota Madiun dan Dandim 0803/Madiun menanda tangani prasasti peresmian Balai Rehabilitasi Adhyaksa

“Harapannya tidak ada penyalahguna. Kalau pun ada, belum sampai terlibat hukum, sadar diri kemudian datang untuk minta direhabilitasi, itu silahkan. Upaya preventif kita ya selalu melakukan kegiatan sosialisasi, penerangan dan penyuluhan hukum kepada masyarakat. Khususnya usia produktif, seperti anak-anak SMP, SMA dan perguruan tinggi,” ujarnya.

Kesempatan yang sama, Walikota Madiun, Maidi mengungkapkan, pemda mendukung penuh upaya kejaksaan yang membuka balai rehabilitasi penyalahguna Napza. Bentuk dukungannya adalah dengan menyediakan bangunan yang terdiri tiga kamar. Dilengkapi dengan tenaga kesehatan, psikiater serta sarana prasarana penunjang lainnya. Ia berharap, tempat tersebut tidak sampai digunakan. Artinya, tidak ada warga kota yang terjerumus narkoba.

“Masyarakat jangan mengandalkan bahwa karena ini ada rehabilitasi dia seenaknya sendiri. Jadi tempat inilah salah satu upaya kejaksaan, pemda dan forkopimda untuk menyelamatkan masa depan mereka. Harapan kita tidak ada yang direhabilitasi, kosong. Karena narkoba itu bisa menghancurkan segalanya,” ungkapnya.

Maidi tidak menampik korban penyalahguna narkoba kini mulai merambah ke pelajar. Karena itu pihaknya akan terus mengoptimalkan peran guru bimbingan konseling (BK) di masing-masing sekolah untuk mengedukasi siswanya tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Upaya itu diharapkan mampu memberikan penyadaran, karena narkoba bisa merusak masa depan generasi bangsa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar