Polres Madiun Kota-DKPP Massifkan Penyekatan Hewan Ternak di Perbatasan Antisipasi PMK

KBRN, Madiun : Polres Madun Kota bersama Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menemukan seekor kambing terindikasi terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Hal itu ditemukan saat petugas melakukan penyekatan terhadap lalu lintas hewan ternak untuk mengantisipasi meluasnya PMK menjelang Idul Adha 1443 Hijriyah. Kali ini pos check point dilaksanakan di pos 903 (Te'an) Jalan Soekarno-Hatta pintu masuk Kota Madiun sisi selatan, Kamis (30/6/2022).

Setidaknya ada tiga kendaraan bak terbuka pengangkut kambing yang diberhentikan petugas. Seluruhnya terdapat 32 kambing, berasal dari Pasar Hewan Jetis, Ponorogo yang hendak dibawa ke Caruban, Kabupaten Madiun dan daerah Semarang.

Cek : Petugas memeriksa lalu lintas hewan ternak antisipasi PMK.

Kasubbag BinOps Polres Madiun Kota, AKP Yulis Hari Rahmanto membenarkan, adanya temuan seekor kambing yang terindikasi terjangkit PMK. Yakni terdapat lepuh pada gusi. Pun ia menyebut, kegiatan serupa akan terus dilakukan untuk mencegah meluasnya penyebaran PMK. Sementara ini diakuinya Kota Madiun hanya sebagai daerah lintasan. 

"Kita temukan ada satu hewan ternak yang terindikasi (PMK) dari gejala klinis yang ada. Itu untuk dibawa ke Semarang. Sesuai regulasi kalau ditemukan suspek PMK akan kita kembalikan ke daerah asal. Kemudian mayoritas tadi juga tidak dilengkapi Surat keterangan kesehatan hewan (SKKH)," ujarnya.

Dokter hewan DKPP Kota Madiun, drh. Yeri Anisa menyatakan, pemeriksaan terhadap hewan dilakukan secara menyeluruh. Mulai pengecekan suhu, mukosa mulut, cuping hidung serta pada kaki. Hasilnya ada temuan seekor kambing yang terindikasi terjangkit PMK yang hendak dibawa ke Semarang. Pun ia menyayangkan bahwa hewan ternak tersebut tidak dilengkapi SKKH, padahal akan dibawa ke lintas provinsi.

Antisipasi PMK : Petugas mengecek hewan ternak saat melintas di Kota Madiun.

"Tadi kita arahkan, begitu sampai Semarang minta SKKH ke dinas terkait. SKKH itu sifatnya wajib. Untuk masyarakat yang hendak membeli hewan kurban diharapkan untuk meneliti, memeriksa dengan sungguh-sungguh status kesehatan hewannya. Dilihat, terus diperiksa juga ada SKKHnya atau tidak dari daerah asal atau dari penjualnya, untuk memastikan bahwa ini sudah diperiksa oleh dokter hewan yang berwenang," terangnya.

Sementara itu pemilik kambing asal Semarang, Umar Yunus mengakui, saat membeli kambing di Ponorogo ia tidak memeriksa secara detail kondisi hewan ternak. Atas temuan itu, setibanya di Semarang ia akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait.

"Saya ngeceknya tadi hanya di giginya saja, poel apa belum. Nggak memperhatikan sampai di gusinya. Ya nanti ketika sampai Semarang pasti ada pengecekan dari dokter hewan disana," bebernya.

Setidaknya ada 14 ekor kambing yang dibawa Umar Yunus ke Semarang. Kesemuanya akan dipersiapkan sebagai hewan kurban pada momentum Idul Adha. Bagi ternak yang sakit, ia berjanji tidak akan disembelih dalam kondisi sakit, melainkan diobati terlebih dulu sampai sembuh.

"Kalau misalnya di Semarang satu hewan ini tidak diterima ya kita kembalikan lagi k Ponorogo, nggak apa-apa," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar