Harganas 2022, BKKBN Jatim Ajak Masyarakat Cegah Stunting

KBRN, Madiun : Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur, Maria Ernawati mengajak seluruh masyarakat memaknai Hari Keluarga Nasional (Harganas) sebagai momentum untuk meningkatkan kesehatan. Saat ini tantangan yang harus segera diselesaikan adalah soal stunting.

Ini mengingat keluarga merupakan lini terkecil yang memiliki peran cukup besar dan bertanggung jawab dalam menjalankan seluruh pemenuhan hak anak. Kemudian pengasuhan dan perawatan sehingga diharapkan bisa melahirkan penerus bangsa yang berkualitas. Hal itu dikatakan Maria Ernawati saat menghadiri puncak acara Harganas ke-29 tingkat Jawa Timur yang dipusatkan di Kota Madiun, Rabu (29/6/2022).

“Untuk mencegah stunting treatmentnya kita harus punya basis data by name by adress keluarga yang berisiko stunting. Di antaranya calon pengantin, kemudian orang hamil, ibu menyusui sampai dengan keluarga yang mempunyai balita. Kita harus punya segmen sasaran itu. Nah itu yang kita berikan pendampingan agar keluarga yang berisiko stunting tidak menjadi stunting,” katanya.

Komitmen : Ketua TP PKK Jatim, Arumi Bachsin, Walikota Madiun, Maidi, Kepala BKKBN Jatim, Pj Sekda Jatim berfoto usai deklarasi optimis jatim bangkitcegah stunting  dan wujudkan keluarga berkualitas.

Erna menyebut, seluruh elemen masyarakat berperan mencegah stunting. Hal itu sejalan dengan tema peringatan Harganas tahun ini, ‘Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stinting’. Tema itu dipilih sebagai upaya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai generasi emas di Indonesia tahun 2045.

Karena itu sedari awal upaya penanganan stunting secara masif terus dilakukan. Apalagi pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 14 persen di tahun 2024. Sementara saat ini angka nasional berada 24,4 persen. Dalam puncak acara peringatan Harganas tingkat Jawa Timur itu, ia juga mengapresiasi penanganan stunting yang dilakukan Pemkot Madiun hingga berada di angka 12,4 persen. Angka tersebut jauh lebih rendah jika dibangdingkan rata-rata Jawa Timur yang saat ini 23,5 persen.

“Memang harus ada pendekatan yang berbeda agar kita bisa melakukan percepatan penanganan stunting di Jatim. Melalui peringatan Harganas ini bisa menjadi satu momentum menjadikan harmonisasi untuk integrasi program pembangunan sehingga apa yang kita harapkan angka stunting 14 persen di tahun 2024 bisa tercapai,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar