Bea Cukai Madiun Temukan 4 Ton Pupuk jadi Alat Kamuflase Pengiriman BKC Ilegal

KBRN, Madiun : Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madiun berhasil mengamankan pupuk yang dijadikan sebagai alat kamuflase oknum untuk mengirimkan barang kena cukai (BKC) ilegal. Pupuk merek Petro CAS sejumlah 4.000 kg atau 4 ton yang dikemas dalam 80 karung kemudian ditetapkan sebagai barang milik negara (BMN).

Kepala Bea dan Cukai Madiun, Iwan Hermawan mengatakan, pupuk senilai Rp6 juta tersebut seluruhnya dihibahkan ke pemerintah Desa Jatipuro, Kecamatan Karangjati, Ngawi. Pupuk selanjutnya diserahkan kepada kepala dusun (kasun) Jatipuro di kantor Bea Cukai Madiun, Selasa (28/6/2022).

‘Jadi pupuk itu sebagai alat kamiflase saja. Makanya kita amankan, kemudian hari ini kita serahkan ke perwakilan perangkat Desa Jatipuro karena berdasarkan hasil koordinasi kami dalam rangka penerimaan DBHCHT, di desa itu menjadi salah satu sentra produksi tembakau. Sehingga pupuk itu bisa dimanfaatkan oleh petani yang menanam tembakau disana,” kata Iwan.

Sementara itu Kasun Jatipuro, Abdul Qoyyum mengaku bersyukur mendapat bantuan hibah pupuk dari Bea Cukai Madiun. Ini mengingat masih banyak petani di Desa Jatipuro, yang menanam tembakau. Diperkirakan mencapai lebih 90 orang.

“Yang jelas hibah pupuk ini sangat membantu petani tembakau di Desa Jatipuro dan semoga bermanfaat bagi petani kami,” ucapnya.

Abdul Qoyyum menyatakan, pupuk hibah dari Bea Cukai Madiun itu nantinya akan segera dibagikan. Mekanismenya dari Pemdes Jatipuro disalurkan kepada kelompok tani, berikutnya baru didistribusikan ke petani tembakau. Ia berharap, petani bisa memanfaatkan bantuan pupuk tersebut untuk meningkatkan hasil produksi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar