Polisi Gagalkan Penyelundupan Narkotika Senilai Rp1 Miliar ke Lapas Pemuda Madiun

KBRN, Madiun : Polres Madiun Kota berhasil meringkus 11 tersangka kasus peredaran narkotika golongan 1. Dari jumlah itu, delapan diantaranya merupakan pengembangan di Lapas Pemuda Kelas II-A Madiun, yang saat ini berstatus narapidana (napi). Dari tangan tersangka, petugas berhasil menggagalkan pengiriman 667,90 gram sabu, 60 gram ganja, 101 pil ekstasi dan 20 obat keras ke dalam lapas. Jika diuangkan setara lebih Rp1 Miliar.

Adapun ke-11 tersangka itu masing-masing ADP (24) dan MFS (19), keduanya warga Gresik, yang hendak membawa barang haram tersebut ke dalam Lapas Pemuda Madiun. Sebelumnya, narkotika itu disimpan oleh tersangka S.K (46) di rumahnya Desa Kaligunting, Kabupaten Madiun. Sedangkan delapan lainnya adalah Napi Lapas Pemuda Madiun, masing-masing R.K (30), WY (40), JM (41), GS (37). Kemudian AS (34), KA (34), YS (32) dan JS (41).

Kapolres Madiun Kota, AKBP Suryono saat menggelar konferensi pers di Mapolresta Madiun, Senin (27/6/2022) mengatakan, pihaknya terus berkomitmen memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Termasuk bekerja sama dengan pihak Lapas untuk intensif melakukan razia di dalam lapas. Sebab, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, tersangka menggunakan piranti Hp sebagai alat komunikasi.

Pers Rilis : Tiga tersangka (diluar delapan napi Lapas Pemuda) dihadirkan Polisi saat menggelar konferensi pers penyelundupan narkotika ke Lapas.

“Jadi dua orang yang dari Gresik ini kita amankan kemudian kita cek Hpnya, kita lakukan pemeriksaan ternyata ada komunikasi antara dua orang pertama yang kita amankan itu dengan beberapa napi di Lapas Pemuda Kelas II-A Madiun. Dari pengembangan tersebut, akan masuk barang dari Gresik ke Madiun, sehingga sebelum masuk ke Lapas sudah kita amankan. Rencana tindak lanjut akan kita kembangkan bekerja sama dengan Kalapas, semoga nanti terkuak bandar besarnya dimana,” ujarnya.

Sementara itu Kalapas Pemuda Kelas II-A Madiun, Ardian Nova Christiawan mengungkapkan, pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan terhadap siapapun yang hendak masuk ke Lapas. Terkait keberadaan Hp yang digunakan napi untuk berkomunikasi dari dalam lapas, ia mengaku akan melakukan tindakan tegas. Apalagi, selama ini pihaknya rutin melakukan penggeledahan di dalam kamar warga binaan, untuk mewujudkan zero Hp, pungutan liar dan narkoba (halinar).

“Masalah Hp kita selalu melaksanakan kegiatan rutin penggeledahan. Tapi memang mereka punya seribu cara untuk memasukkan ke dalam lapas. Untuk mencegah dan meminimalisir itu, kita melaksanakan operasi kamar. Lebih bagus lagi digeledah semua, tapi kan lapas itu ada 143 kamar, sementara petugas kami di bagian regu pengamanan hanya lima orang. Jadi kita tetapkan skala prioritasnya dulu berdasarkan hasil deteksi dini ya itu yang kita lakukan penggeledahan,” katanya.

Atas kejadian itu, ke-11 tersangka dijerat dengan pasal 64 KUHP Jo pasal 132 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) sub pasal 111 ayat (1) pasal 114 ayat (1), dan pasal 112 ayat (1) UURI No. 35/2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar