Miliki Sentra Ternak Sendiri, Dompet Dhuafa Siap Salurkan Hewan Kurban Sehat Bebas PMK

Sentra Ternak DD Farm, di desa Jatisari, kecamatan Geger, kabupaten Madiun-Jawa Timur

KBRN, Madiun : Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Indonesia membuat Idul Adha 1443 H tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama di Jawa Timur.

Hal ini pun menjadi tantangan bagi lembaga nirlaba seperti Dompet Dhuafa yang selama ini konsen dalam penyiapan dan pendistribusian daging kurban hingga pelosok daerah.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur Kholid Abdillah mengatakan, demi menjaga kualitas hewan kurban di tengah wabah PMK, bibit yang disiapkan hingga proses penggemukannya semua dilakukan secara mandiri di kandang milik dompet dhuafa atau Sentra Ternak DD Farm. 

Seperti yang terlihat di kandang Sentra Ternak DD Farm, berlokasi di desa Jatisari, kecamatan Geger, kabupaten Madiun-Jawa Timur. 

“Tentu wabah PMK ini menjadi kekhawatiran bagi kami, namun kami telah memiliki kandang sendiri yag tersentral. Dan telah melakukan langkah-langkah pencegahan sebagai antisipasi. Seperti controlling hewan, pembatasan orang masuk, pengecekan rutin tenaga medis dan sebagainya,” kata Kholid di kandang Sentra Ternak DD Farm Madiun, Sabtu (25/6/2022).

Bahkan sejak bulan Januari 2022 hewan kurban telah disiapkan sebaik mungkin secara khusus sehingga dapat diketahui asal-usul bibit-bibit ternak tersebut. Pun hal ini termasuk dalam rangka mengedepankan  tatalaksana pencegahan penularan PMK.

“Yang kedua, Dompet Dhuafa memiliki kandang plasma. Artinya dalam proses pengadaan domba atau kambing-kambing di peternakan tidak diambil dari pasar secara umum. Tapi memang di kandang-kandang yang telah dikondisikan sehingga kita tau track recordnya, sekaligus memberdayakan peternak lokal. Dan memang jika tidak layak kurban tidak akan kita lepas,” tegas Kholid.

Sedikitnya 2.238 ekor domba kurban telah disiapkan untuk wilayah Jawa Timur pada Idul Adha kali ini dan akan didistribusikan ke 16 titik daerah penyaluran daging kurban. Meliputi Bangkalan, Madiun, Ponorogo, Ngawi, Pacitan, Magetan, Trenggalek, Tulungagung, Mojokerto, Malang, Lumajang, Jember, Situbondo, Bondosowo, Probolinggo, dan Banyuwangi. 

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya lokasi penyaluran kurban harus memenuhi syarat-syarat khusus yakni daerah defisit daging kurban, daerah pasca bencana, daerah muslim minoritas, dan daerah pelosok krisis pangan. 

Selain itu ditegaskan Kholid pihaknya juga berkomitmen mendukung upaya pemerintah mengurangi penggunaan plastik dan sejenisnya.

“Kami telah menyiapkan besek khusus sebagai wadah penyaluran daging kepada penerima. Ini sekaligus upaya pemberdayaan bagi para perajin besek,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar