Perlu Langkah Luar Biasa Tangani PMK, Bupati Sugiri : Ini ‘Force Majeure’

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko

KBRN, Ponorogo : Serangan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) memberikan dampak  yang luas bagi masyarakat terutama sektor ekonomi.

Di kecamatan Pudak Ponorogo misalnya,  sebagai daerah sentra penghasil susu, serangan PMK praktis membuat ekonomi masyarakat lumpuh. Ini karena hampir mayoritas warga setempat menggantungkan nafkah hidup mereka dari susu hasil perahan sapi-sapi mereka.

Kondisi semakin mencemaskan peternak karena mayoritas sapi mereka merupakan modal pinjaman perbankan.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyatakan serangan PMK di wilayahnya sudah masuk kategori Force Majeure atau kahar atau keadaan memaksa (overmacht) sehingga memerlukan sejumlah langkah yang juga tidak biasa.

“Ini sifatnya force majeure, maka langkahnya harus langkah luar biasa pula. Kalau biasa-biasa saja tidak ketemu,” kata Sugiri, Jumat (24/6/2022).

Selain mengcover obat-obatan yang mulai dipenuhi, saat ini Sugiri menuturkan bahwa anak-anak para peternak yang akan memasuki jenjang pendidikan lanjutan juga mendapatkan pengampuan baik jenjang SMP maupun SMA. Pun bantuan sembako saat ini juga mulai diberikan.

“Obat-obatan sudah mulai kami cover, anak-anak yang mau daftar sekolah ada 173 siswa SMP-SMA kami ampu dulu dan kami carikan jalan keluar entah pemerintah atau swasta bisa terlibat, termasuk sembakonya juga,” imbuhnya.

Selain itu Sugiri menegaskan upaya penangguhan utang atau restrukturisasi bagi para peternak sudah dikomunikasikan dengan pihak-pihak terkait.

“Bank-bank kita tahan untuk tidak menagih dulu, masa restruk pendataan dilakukan. Kami sudah berkonsultasi kepada Gubernur,  bersurat kepada Otoritas Jasa Keuangn-OJK, dan Kementerian terkait agar ada penundaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” papar Sugiri.

Tak hanya itu melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Pemerintah memutuskan untuk memberikan uang ganti rugi kepada peternak yang sapinya terkena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Nilai ganti rugi sebesar Rp. 10 juta per ekor sapi yang terkena PMK dan wajib dimusnahkan paksa.

Adapun pemkab Ponorogo sendiri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah-BPBD akan memberikan uang biaya pemakaman sapi korban PMK sebear Rp. 500 ribu per ekor.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar