Pemkab Ponorogo Bantu Rp 500 Ribu per Ekor Biaya Pemakaman Sapi Mati Karena PMK

Warga bergotong-royong mengubur sapi mati terjangkit PMK

KBRN, Ponorogo : Ribuan sapi di kabupaten Ponorogo bertumbangan menyusul serangan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang mengganas. Ratusan diantaranya mati tak dapat diselamatkan

Tak hanya sedih karena kehilangan sapi-sapi mereka yang mati, para peternak juga masih dihadapkan proses menguburkan hewan-hewan ternak mereka yang tak mudah.

Guna meringankan beban peternak, Pemkab Ponorogo akan membantu biaya penguburan 500 ribu rupiah per ekor sapi yang mati karena PMK.

Meski dinilai tidak besar diharapkan bantuan tersebut dapat meringankan proses penguburan bangkai –bangkai sapi yang tak mudah. Butuh tenaga yang banyak dengan biaya operasional yang tidak sedikit.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyatakan terkait mekanisme anggaran ada pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Insya Allah Jalan kalau untuk bantuan biaya pemakaman. Kami taruh di BPBD, urusannya BPBD,” kata Sugiri, Jumat (24/6/2022).

Untuk teknis pemakaman kata Sugiri dilakukan oleh masyarakat secara gotong-royong  dan diserahkan kepada pihak desa untuk membentuk tim.

“Jadi yang memakamkan biarlah desa yang membentuk tim  agar tetap ada gotong-royong. Entah berapa timnya dan nanti diganti BPBD 500 ribu,” lanjutnya.

Seperti yang nampak di lokasi kecamatan Pudak, Ponorogo. Tak ada alat berat untuk penggalian liang lahat sapi-sapi . Tiap desa telah dibentuk tim pemakaman. Mereka merupakan warga yang setiap harinya menggali lubang sedalam 3-4 meter. Mereka juga bersama-sama mengangkat sapi mati untuk dinaikkan ke pikap sebelum dibawa menuju lokasi penguburan.

‘’Kami kedepankan gotong royong,’’ tegas Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar