BPBD Kabupaten Madiun Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana

KBRN, Madiun:  Badan Penanggulangan Bencana Daerah, BPBD Kabupaten Madiun mengagendakan setiap tahun melakukan pelatihan mitigasi bencana .  sebagai  kesiapsiagaan dan pengurangan resiko bencana. Tahun ini pelatihan mitigasi bencana dilaksanakan di Pos Pendakian gunung Wilis di Kare 25 dan 26 Mei 2022.  Dalam kegiatan  itu, para relawan BPBD kabupaten Madiun mengikuti materi pelatihan yang aplikatif antara lain peringatan dini, pertolongan pertama gawat darurat,  evakuasi, pengungsian  dan kaji cepat yang disampaikan oleh forum pengurangan resiko bencana propinsi Jawa Timur.   Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Muhammad Zahrowi menjelaskan,  kegiatan pelatihan mitigasi bencana itu sebagai penguatan kelembagaan dan para relawan.

“Diadakannya agenda itu adalah dalam rangka penguatan kapasitas kelembagaan BPBD secara umum, dan secara teknis penguatan jajaran relawan yang ada di lapangan”, katanya.

Dalam kegiatan itu, setiap relawan dilatih sesuai dengan tugas dan fungsinya dan dididik untuk bisa bekerjasama antar  para anggota di setiap medan yang berbeda.

Meskipun pemilihan lokasi pelatihan tidak baku, untuk pelatihan tahun ini dilakukan di daerah kecamatan Kare yang terletak di lereng Gunung Wilis. Alasannya,  menurut Zahrowi, selain di daerah tersebut sarana pendukungnya lebih lengkap, juga sebagai pengenalan wisata jalur pendakian ke puncak gunung Wilis.

“Di gunung Wilis ada potensi, sekaligus ini khan kita mau mengangkat potensi wisata yang ada di gunung Wilis. Dan sarana pendukungnya lebih lengkap dalam rangka mitigasi tersebut”, kata Rowi.

Diupayakan ke depan,  pelatihan mitigasi bencana melibatkan lebih banyak pihak, tidak hanya jajaran relawan, tetapi juga komponen yang lain.  Hal itu menurut Zahrowi, karena bencana  merupakan urusan bersama, sehingga melalui pelatihan itu nantinya masing-masing bisa mengetahui perannya.

“Karena sering kita sampaikan bahwa bencana urusan bersama. Jadi siapa berbuat apa seluruh komponen, metode pentahelik itu kita sinergikan”, katanya.

Setelah melalui pelatihan dan simulasi, ketepatan wakktu atau real time penanganan bencana akan tetap terjaga dengan tujuan akhir pengurangan resiko bencana. (Haryo)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar