Pengolahan Miras Berkedok Handsanizer, Kades Sidomulyo Mengaku Kecolongan

KBRN, Madiun: Kepala Desa (Kades) Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Setiyo Margono mengaku kecolongan adanya aktivitas pembuatan miras jenis arak jowo (arjo) ilegal di wilayahnya. Sebab informasi awal yang ia terima, rumah kosong milik Suminem, di Jalan Sido Topo, Desa Sidomulyo itu dikontrak oleh seseorang asal Solo untuk pembuatan handsanizer.

"Informasi awal yang kami terima untuk pembuatan handsanizer. Kita malah senang, karena tenaganya akan diambilkan dari lingkungan, kan bisa meningkatkan kesejahteraan warga. Ternyata aplikasi di lapangan justru seperti itu," ungkapnya, ditemui di lokasi kejadian, Jum'at (27/5/2022).

Selama sebulan terakhir ini, ia juga tidak mencurigai adanya produksi arjo. Apalagi warga sekitar lokasi diakui kondusif. Bahkan juga tidak ada bau yang menyengat dari aktivitas ilegal tersebut.

Bahan Miras: Kapolres bersama Forkopimda membongkar praktik pembuatan miras ilegal berkedok handsanizer.

"Kegiatannya tidak diketahui sama sekali padahal kita ya sering lewat sini tapi ini kan sering tutup. Ya kita kecolongan lah kalau ternyata ada produksi miras disini," terangnya.

Agar kejadian serupa tidak terulang, ia berjanji akan terus meningkatkan pengawasan dan koordinasi. Pun juga meminta RT untuk selalu mendata dan menginformasikan segala bentuk aktivitas masyarakat yang mencurigakan.

Sementara itu, Rudi warga setempat membenarkan, rumah Suminem tersebut sudah lama tidak ditempati sehingga dikontrakkan. Pengontrak pun tidak langsung menempati melainkan merenovasi dan membuat pagar dari seng. Bahkan ia yang rumahnya berada persis di samping selatan home industri miras ilegal, tidak menaruh kecurigaan apapun.

"Kita dan warga disini itu tahunya produksi handsanizer. Begitu polisi kesini ya kita kaget, nggak nyangka juga ternyata miras. Kita sendiri mau masuk kesitu kan ya nggak enak. Ya kita nggak curiga juga," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar