246 Sapi Terpapar PMK, Pemkab Magetan Lockdown 51 Desa

KBRN, Magetan: Ratusan sapi di Kabupaten Magetan terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK), pemerintah Kabupaten Magetan melakukan penutupan akses keluar masuk ternak di desa-desa yang menjadi lokus penularan. Pemkab setempat juga tetap memberlakukan aturan penutupan pasar hewan. Selain itu, melalui Dinas Peternakan dan Perikanan, Pemkab mengintervensi dengan memberikan vitamin untuk membantu kesembuhan ternak.

Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, dari ratusan ekor sapi yang terpapar PMK ada 20 ekor sapi yang sembuh dari PMK serta belum ada laporan sapi mati akibat PMK.

“Yang sudah sembuh 20 dan yang mati belum ada. Artinya kalau PMK kita sikapi dengan benar itu akan mencegah penularan karena penularannya sanagt mudah. Kita sudah sosialisasi yang masuk kandang hanya orang tertentu,” ujarnya.

Suprawoto menambahkan meski terpapar PMK namun daging sapi masih aman untuk dikonsumsi dengan catatan dimasak dengan benar.

“Saya pesan kepada masyarakatbahwa  daging sapi yang kena penyakit ini asal dimasak degan baik itu masih aman. Kita upayakan di BTT, kan itu obatnya hanya vitamin saja obatnya belum ada,” imbuhnya.

Data dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan hingga Rabu siang jumlah sapi yang terpapar PMK sebanyak 246 ekor di 51 desa di 14 kecamatan. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan Nur Haryani melalui pesan singkat mengatakan, pihaknya saat ini telah menerjunkan tim Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) sebanyak 50 orang untuk memberikan edukasi dan melakukan pendataan. Dinas juga mengajukan anggaran tambahan untuk pengadaan obat obatan dan vitamin bagi ternak terpapar PMK.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar