Dispendukcapil Madiun Rekam ODGJ, Lansia dan Disabilitas di Rumah-rumah

KBRN, Madiun  :  Pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Madiun terus ditingkatkan.   Salah satu wujudnya,  petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) melakukan perekaman biometrik Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Lansia, dan Disabilitas di rumah-rumah warga.   Menurut Kabid Pelayanan Catatan Sipil  Dispendukcapil  kabupaten Madiun , Ahmad Sofi’i, pelayanan jemput bola dengan mendatangi rumah-rumah  untuk melakukan perekaman ini  telah dilaksanakan  sejak tanggal 17 Mei lalu berdasarkan data yang sudah diverifikasi oleh Dinas Sosial. Dan kegiatan ini direncanakan berlangsung  selama dua bulan atau hingga  tanggal 12 Juli 2022 nanti.    Oleh karena itu, Ahmad Sofi’i berharap kepada masyarakat apabila menemukan ODGJ atau orang yang belum memiliki KTP karena lansia atau sakit, untuk melaporkan ke desa atau dispendukcapil kabupaten Madiun.

“Posisi ini kita khan jalan terus dan menerima data terus. Monggo masyarakat yang tau bahwa ada ODGJ maupun orang yang belum punya KTP, terutama untuk orang yang sakit yang tidak bisa kemana-mana. Karena kalau tidak bisa ke mana-mana itu kalau harus dibawa ke kecamatan atau ke dinas khan butuh biaya dan kadang-kadang orang tidak mau.  Kita datangi ke rumah”, kata Sofi’i.

Sesuai data, saat ini di kabupaten Madiun  terdapat 438 ODGJ, Lansia, dan Disabilitas yang belum mengantongi KTP-el.  Dan  jumlah tersebut dimungkinkan masih bisa bertambah sesuai kondisi di lapangan. Kegiatan jemput bola berupa mendatangi ke rumah  ini untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat berkaitan dengan pelayanan kesejahteraan sosial yang harus memiliki KTP dan KK  termasuk bagi  ODGJ, Lansia, dan Disabilitas. Dalam kegiatan berhadapan dengan ODGJ ini,    Ahmad Sofi’i mengaku sering  mengalami beberapa kendala.    

“Sementara kendala itu, kalau ODGJ,  ada yang ngamuk juga mas. Sehingga kadang pada saat mau direkam ada petugas itu, lari. Kemudian kita kejar juga bagaimana kita dapat foto itu. Sehingga ODGJ itu yang kita dapat hanya foto saja. Tapi secara biometrik karena keterbatasan itu, aplikasi kita bisa menerima”, katanya.

Ahmad Sofi’i berharap, dengan kegiatan jemput bola atau mendatangi ke rumah-rumah itu,  target 100% masyarakat Kabupaten Madiun yang sudah berusia 17 tahun memiliki KTP-el segera bisa terealisasi. (Haryo) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar