FOKUS: #PPKM

Ponorogo dan Magetan Bersepakat Saling Jaga Dari PMK

KBRN, Ponorogo : Bidang Peternakan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Kabupaten Ponorogo berkoordinasi dengan Bidang Peternakan Magetan dalam upaya menjaga dan mencegah penyebabran virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi.  

Pencegahan dilakukan dengan melakukan penyekatan di perbatasan masing-masing wilayah. Untuk kabupaten Ponorogo penyekatan dilakukan di 6 titik untuk menjaga agar sapi di Ponorogo tidak terpapapr virus PMK dari kabupaten lain yang sudah ada kasus posistif. 

Adapun Ke-6 titik yang dilakukan penyekatan baik bagi pedagang, kendaraan pengangkut maupunan pemilik hewan ternak dari luar kota yang akan masuk di Ponorogo.

Mereka yngy harus balik kanan adalah di pertabatasan Ponorogo-Madiun  dititik Ngepos-Mlilir,  Perbatasan Ponoror-Madiun kawasamn Tular, Desa Purwosari-Babadan.

Perbatasan Ponorogo-Wonogiri masuk pos Biting-Badegan, Perbatasan Ponorogo-Magetan Desa  Kedung Banteng, Perbatasan Ponorogo-Pacitan di Slahung,  dan perbatasan Ponorogo-Trenggalek di kecamatan Sawoo.

Kepala Bidang Peternakan Dispertahankan Kabupaten Ponorogo  Siti Barokah menyampaikan pihaknya melakukan komunikasi dengan beberapa bidang kabupaten tetangga untuk saling menjaga daerah masing-masing dalam rangka  mencegah dan membendung penularan virus PMK.  

Karena penularan terjadi bukan dari ternak langsung tapi bisa jadi ternaknya sehat namun kendaraannya  tidak steriil.

“Sehingga kita bersepakat melakukan penyekatan di perbatasan, bahkan untuk kabupaten Magetan karena sudah ditemukan kasus posistif mereka membuat kebijakan penutupan pasar untuk sementara waktu,“ jelas Siti Barokah, Selasa (24/5/2022).

Lebih lanjut, Siti Barokah menjelaskan dalam melakukan penyekatan  pihaknya berupaya bersikap humanisme agar tidak menimbulkan kepanikan baik pedagang maupun peternak. 

Petugas hanya meminta balik kanan sampai terjadi penurunan kasus. Karena jika situasi membaik pemerintah kembali akan melonggarkan kegiatan perekonomian di bidang ternak.

"Tidak ada pedagang yang protes ketika petugas melarang mereka untuk masuk Ponorogo," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar