BPS Sebut Kepatuhan Prokes Masyarakat Kota Madiun Cukup Baik

KBRN, Madiun: Tingkat kepatuhan masyarakat Kota Madiun terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) cukup baik. Rata-rata tingkat kepatuhan untuk melaksanakan perilaku 5M mencapai lebih 75 persen sebagaimana hasil survei perilaku masyarakat pada masa pandemi (SPMPMP) covid-19 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statisik (BPS) Kota Madiun, pada 16-25 Februari lalu.

Kepala BPS Kota Madiun, Dwi Yuhenny mengatakan, survei tersebut melibatkan 1.805 responden. Hasilnya, sebagian besar patuh terhadap anjuran pemerintah. Dari lima prokes yang ada, paling rendah kepatuhannya adalah mengurangi mobilitas dengan prosentase 75,57 persen.

“Yang paling patuh adalah tentang penerapan prokes pada pemakaian masker dengan prosentase 89,42 persen. Sedangkan yang paling rendah adalah mengurangi mobilitas,” ujarnya kepada RRI, Senin (23/5/2022).

Henny menyebut, untuk prokes lain, seperti mencuci tangan / menggunakan handsanitizer prosentasenya 83, 42 persen. Selanjutnya menjauhi kerumunan 79,34 persen dan menjaga jarak 77,84 persen.

Heny menjelaskan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan petugas, motivasi utama menerapkan protokol kesehatan adalah kesadaran untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. Prosentasenya mencapai 91,36 persen. Berikutnya 6,04 persen menaati peraturan yang berlaku serta 0,89 persen menghargai orang di sekitar.

Sementara itu ada sejumlah faktor yang menyebabkan masyarakat tidak menerapkan prokes. Prosentase tertinggi adalah jenuh dengan kondisi pandemi covid-19 mencapai 66,20 persen. Berikutnya 45,76 persen merasa tidak nyaman, 30,69 persen responden menyatakan situasinya sudah aman, selebihnya terpengaruh berita hoax hingga aparat, pemimpin maupun tokoh masyarakat tidak memberi contoh.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar