Polisi-Kemenag Kota Madiun Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Paham Radikal

KBRN, Madiun: Polres Madiun Kota memberikan atensi khusus dan mengantisipasi adanya paham radikal atau aliran sesat yang tumbuh di masyarakat. Meski di Kota Madiun belum terdeteksi, upaya antisipasi pun dilakukan.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Suryono meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan kelompok aliran sesat. Upaya yang dilakukan aparat kepolisian diantaranya gencar memberikan edukasi ke masyarakat melalui dai-daiyah.

“Ya kita memberdayakan dai-dai kita. Selain itu dari Satuan Intelkam juga selalu mengikuti kegiatan keagamaan dimanapun dilaksanakan itu selalu ada anggota kami. Jadi ketika ada kegiatan yang menyimpang menurut agama islam ya akan kita laporkan ke satuan atas,” ujarnya, Jum’at (20/5/2022).

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun, Abdul Wahid menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk bersama-sama menanggulangi aliran sesat yang dilarang pemerintah. Hal itu bertujuan untuk menciptakan Kota Madiun kondusif.

“Kita punya penyuluh agama, punya dai, kita sampaikan ke masyarakat biar mereka tahu, akhirnya tidak ada yang dikambing hitamkan dan tidak ada yang membangun isu tidak benar. Ini kita sampaikan bahwa Islam itu Rahmatan Lil‘Alamin sehingga ketika ada ajaran-ajaran yang bersifat radikal, menolak NKRI, kita perlu cepat mengantisipasi,” ungkapnya.

Abdul Wahid menjelaskan, ciri-ciri ajaran sesat adalah tidak sesuai dengan ajaran Islam dan tidak mengakui NKRI. Karena itu ia meminta masyarakat lebih bijak dan tidak mudah terhasut oleh oknum yang mengajarkan paham radikal.

“Kalau ada paham yang menolak NKRI, ya kita bertindak dengan aparat kepolisian. Di Kota Madiun alhamdulillah sejauh ini tidak ada (paham radikalisme.red),” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar