Terdakwa Kasus Kosupsi Embung Kembalikan Kerugian Negara Hampir Setengah Miliar

KBRN, Magetan: Pengacara Kepala Desa Kalangketi terdakwa kasus dugaan korupsi anggaran pembangunan embung desa senilai Rp 498 juta memastikan kliennya telah mengembalikan uang kerugian negara melalui Kejaksaan Negeri Magetan. Dasi dari Peradi Kabupaten Magetan yang melakukan pendampingan kepada Kepala Desa Kalangketi, Supangat mengatakan, pengembalian kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pembangunan embung dan talut merupakan niat baik dari kliennya.

“Kerugian negara 490 juta lebih sudah dikembalikan semuanya, dititipkan ke kejaksan lewat bank  sebagai itikat baik terdakwa karena ketidaktahuan tentang teknisnya, ya sudah kita ganti kalau rugi,” ujarnya.

Dasi menambahkan, kasus dugaan korupsi yang menjerat kliennya berawal dari keinginan Supangat selaku kepala Desa Kalangketi untuk membangun embung didesanya dengan harapan masyarakat akan bisa menanam di musim kemarau karena lahan di Desa Kalangketi merupakan lahan tadah hujan. Sayangnya dalam proses pembangunan tersebut Supangat selaku Kepala Desa tidak melengkapi syarat pembangunan embung seperti studi kelayakan serta ijin dari BBWS Das Solo selaku pemangku kawasan sungai yang akan dijadikan sumber air untuk mengisi embung.

Tidak adanya studi kelayaan dan ijin BBWS DAS Solo menurut pengacara anggota Peradi Kabupaten Magetan tersebut karena berawal dari ketidak tahuan kliennya. Dasi juga menyayangkan tidak adanya upaya penghentian pembangunan oleh pemeritah kecamatan maupun Dinas PMD Magetan sebagai kontrol terhadap perencanaan yang salah dan ketidak tahuan Kepala Desa terhadap sejumlah aturan yang harus dipenuhi  sebelum melakukan pembangunan embung.

“Ide pak lurah gagasan pak lurah itu tidak diikuti kemampuan tekhnik yang  kurang sehingga tidak diikuti prosedur seperti uji kelayakan, ijin ke BBWS DAS Solo dan ijin ke PU karena ketidak tahuannya,” imbuhnya.

Sebelumnya Kejaksaan Negeri Kaupaten Magetan, Jawa Timur menetapkan Kepala Desa Kalangketi Supangat  terkait dugaan korupsi anggaran di 5 kegiatan pembangunan proyek embung dan talud di desanya. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan kejaksaan Kades Kalangketi diduga menilep anggaran pengerjaan 5 proyek sejak tahun 2018-2020. Modus yang digunakan Kepala Desa Kalangketi menurut Kejaksaan Negeri Magetan adalah dengan mencairkan anggaran melalui bendahara dan mengelola sendiri uang yang digunakan untuk membangun talut.

Karena pembangunan embung dan talut tidak selesai dan tidak bisa difungsikan, masyarakat kemudian melaporkan hal tersebut  ke Kejaksaan Negeri Magetan. Dari hasil audit yang dilakukan oleh BPKP perwakilan Provinsi Jawa Timur ada kerugian negara sebesar lebih dari Rp 489 juta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar