Pelonggaran Penggunaan Masker, Polisi Perbolehkan Kegiataan Keagamaan Digelar

KBRN, Madiun: Polres Madiun Kota memperbolehkan kegiatan keagamaan digelar di masa pandemi covid-19 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes). Ini seiring adanya kebijakan pemerintah yang melonggarkan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Apalagi Kota Madiun saat ini berada pada PPKM level 1.

Ungkapan itu disampaikan Kapolres Madiun Kota, AKBP Suryono saat menghadiri silaturahmi bersama MUI dan Kementerian Agama (Kemenag) di kantor Kemenag Kota Madiun, Kamis sore (19/5/2022). Meski ada kelonggaran, masyarakat dihimbau tidak abai dan mengikuti instruksi pemerintah.

“Kita sudah ada kelonggaran jadi kalau ada kegiatan keagamaan yang di luar ruangan silahkan dan tetap prokes ketat ketika kegiatannya di dalam ruangan. Jadi covid-19 ini masih ada, sehingga tetap waspada. Mudah-mudahan pandemi ini segera menjadi endemi,” ujarnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Madiun, Sutoyo menyambut positif adanya pelonggaran prokes dari pemerintah. Dengan demikian, shaf ketika salat berjamaah boleh rapat kembali.

“Shaf saat salat di masjid/mushola sudah boleh rapat barisannya, karpet sudah boleh dipasang tapi prokes tetap harus dilaksanakan,” ungkapnya.

Kepala Kantor Kemenag Kota Madiun, Abdul Wahid bersyukur adanya pelonggaran penggunaan masker dari pemerintah. Dengan demikian kegiatan keagamaan berskala besar yang sempat tertunda, kini bisa diagendakan kembali.

“Kita mengikuti kondisi gugus covid-19 Kota Madiun. Tapi walaupun longgar ya ketika di dalam ruangan tetap harus pakai masker,” terangnya.

Seperti diketahui, pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker. Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang, maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker. Namun, untuk kegiatan di ruangan tertutup dan transportasi publik tetap harus menggunakan masker.

Bagi masyarakat yang masuk kategori rentan, lansia atau memiliki penyakit komorbid, dan mengalami gejala batuk dan pilek maka disarankan untuk menggunakan masker saat beraktivitas. Sedangkan bagi pelaku perjalanan dalam negeri dan luar negeri yang sudah mendapatkan dosis vaksinasi lengkap, maka sudah tidak perlu lagi untuk melakukan swab tes PCR maupun antigen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar