Dana Banpol di Kota Madiun Tahun Ini Naik

KBRN, Madiun: Pendapatan partai politik (parpol) di Kota Madiun tahun ini semakin besar. Ini setelah pemerintah kota menyepakati usulan tambahan dana bantuan partai politik (banpol). Persentase kenaikannya cukup besar, yakni 35 persen.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Madiun, Tjatoer Wahjoedianto mengatakan, kenaikan dana banpol itu disepakati wali kota dan DPRD untuk dimasukkan dalam APBD 2022. Pun, telah diajukan ke gubernur dan sudah disetujui. Selanjutnya, tinggal menunggu rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Pada tahun lalu, nominal banpol yang diberikan pemkot sebesar Rp6.250 per suara sah yang didapatkan dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019. Sementara, di APBD 2022 besarannya naik Rp2.250 sehingga menjadi Rp 8.500. Kenaikan itu kata Tjatoer menyesuaikan tingginya tingkat kebutuhan.

“Untuk pencairannya kami masih menunggu dari dari Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri,” kata Tjatoer, Rabu (18/5).

Tjatoer menjelaskan, untuk mendapatkan dana banpol ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi parpol. Yakni, mengajukan surat permohonan dilengkapi nomor pokok wajib pajak (NPWP) serta nomor rekening. Selain itu, menunjukkan surat autentifikasi perolehan suara dan kursi. Termasuk rencana penggunaan bantuan tersebut.

“Aturan penggunaannya, 60 persen untuk pendidikan politik dan 40 persen operasional parpol,” ucapnya.

Sementara itu tiga Parpol di Kota Madiun yang mendapatkan banpol paling besar adalah PDIP. Sebab, partai berlambang banteng moncong putih itu menjadi pemenang pada Pileg 2019 dengan perolehan suara 23.158. Setara dengan enam kursi. PDIP mendapatkan banpol Rp196,8 juta.

Urutan kedua ditempati Demokrat. Dalam pileg lalu, partai berlambang bintang mercy tersebut mampu meraup 14.694 suara atau sepadan dengan empat kursi. Tahun ini, Demokrat mendapatkan banpol Rp124,8 juta. Berikutnya, Perindo dengan 12.800 suara atau setara empat kursi. Partai berlambang burung garuda merah-biru itu mendapat banpol Rp108,8 juta.

“Saya minta akhir bulan ini atau awal bulan depan bisa segera mencairkan,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar