Penjualan Daging Sapi Kota Madiun Tidak Terpengaruh PMK

KBRN, Madiun: Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak utamanya sapi tidak memengaruhi penjualan daging sapi di Kota Madiun. Penjual daging sapi di Jalan Sikatan, Kelurahan Nambangan Lor, Rini Ristya mengatakan, usai lebaran ini, penjualannya justru meningkat.

Ini setelah banyaknya masyarakat yang mulai menggelar acara hajatan. Seperti halnya acara pernikahan, selamatan dan lain sebagainya.  Jika hari biasa sebelum musim hajatan, dua hari sekali menyembelih satu ekor sapi,  saat ini ia mengaku menyembelih satu ekor sapi yang dagingnya habis dijual dalam sehari.

Rini menyatakan, penyembelihan sapi dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jalan Mayjend Sungkono. Pun selalu mendapat pengawasan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).

“Alhamdulillah sejauh ini kok tidak (terpengaruh PMK.red). Kebetulan kan ini musimnya orang mantu (hajatan pernikahan.red), jadi pesanan daging meningkat ini,” katanya.

Rini menyatakan, terkait harga daging sapi saat ini masih cukup tinggi. Dari Rp120.000 per kg, saat ramadhan hingga hari ini meningkat menjadi Rp130.000 per kg. Ia tidak mengetahui pasti penyebab kenaikan harga tersebut.

Sementara itu Kepala DKPP Kota Madiun, Muntoro Danardono mengungkapkan, ada tidaknya PMK, petugasnya rutin memonitor RPH dan pasar tradisional. Apalagi daging sapi yang dijual di Kota Madiun didatangkan dari luar kota.

“RPH kami ini dari dulu potensinya nggak banyak. Kadang dua atau tiga hari sekali menyembelih satu ekor sapi. Kemudian daging di Pasar Besar Madiun itu banyak dari luar, makanya selalu kita periksa,” ucapnya.

Pada sisi lain Muntoro menegaskan, pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang diambil dari tiga ekor sapi suspect PMK di Kota Madiun, sejauh ini menunjukkan hasil negatif. Namun demikian pihaknya berpesan kepada masyarakat khususnya peternak untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu menjaga kebersihan kandang. Kalaupun mendatangkan sapi dari luar, dihimbau untuk melakukan karantina terlebih dahulu sebelum dijadikan satu dengan hewan ternak lain.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar