Kuatkan Survailen Cegah Hepatitis, Dinkes Koordinasi Dengan Dindik dan Kemenag

KBRN, Ponorogo : Sebagai langkah antisipasi dan upaya mencegah penyebaran Hepatitis akut agar tidak semakin meluas, Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo telah melakukan supervisi kepada seluruh kepala puskesmas, dokter dan pengelola program hepatitiis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo Dyah Ayu menjelaskan dinkes melalui 31 puskesmas melakukan percepatan screening untuk penapisan atau penyaringan lewat jaringan yang ada. Seperti memaksimalkan peran pustu, posyandu dan posbindu.

Langkah  tersebut dilakukan untuk memperkuat survailen epidemiologi Hepatitis bersama 31 puskesmas yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Merebaknya kasus Hepatitis akut pada anak -anak saat ini mengharuskan Dinkes menguatkan dan mengingatkan kembali tata laksana hepatitis. Penguatan survailen epidemoologi hepatitis dilakukan untuk kewaspadaan dini.

“Karena mayoritas menjangkiti anak, terutama di bawah 16 tahun maka peran orang tua harus benar-benar diperkuat agar anak-anak tidak terjangkit hepatitis akut misterius ini,” ungkap Dyah Ayu, Minggu (15/5/2022)

Selain itu Dinkes juga telah mengirimkan surat kepada Dinas Pendidikan dan Kantor Kementeriah Agama Kabupaten Ponorogo dalam rangka peningkatan kewaspadaan. Kedua instansi tersebut memilki peran penting dalam mengkoordinasikan dengan satuan pendidikan baik umum maupun madrasah termasuk pondik pesantren dalam upaya penguatan screening di lembaga pendidikan masing-masing.

“Selain itu dinkes juga mengirimkan surat kepada Dinas Pendikan dan Departemen Agama demi tingkatkan kewaspadaan karena usia pendidikan TK,SD,SMP itu masih anak-anak di bawah 16 tahun,” kata Dyah.

Lebih lanjut Dyah ayu menyatakan masyarakat tidak perlu takut secara berlebihan namun tetap menjaga kesehatan, menjaga kebersihan makanan, lingkungan dan menaati protokol kesehatan.

“Masyarakat tidak usah takut tapi tetap jaga kesehatan jaga kebersihan makanan, lingkungan dan taat protokol kesehatan 3 M,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar