Cegah Penularan PMK, Dispertahankan Ponorogo Pantau Mobilitas Sapi Di Perbatasan

KBRN, Ponorogo : Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Dan Perikanan (Dispertahankan) Kabupaten Ponorogo Masun menyatakan terkait status KLB untuk penyakit mulut dan kuku (PMK) di 4 Kabupaten di Jawa Timur, Ponorogo masih dalam kondisi aman. Dispertahankan belum menerima laporan dari peternakan Ponorogo terkait adannya sapi mereka yang menderita penyakit mulut dan kuku ini.

Meskpipun demikian Dispertahankan telah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi penularan dan penyebaran PMK. Diantarannya melakukan pemantauan di perbatasan wilayah Ponorogo-Trenggalek. Apalagi mayoritas daerah terjangkit PMK berada dari daerah timur Ponorogo  termasuk Malang,

Masun menjelaskan Pemantauan dilakukan di perbatasan Trenggalek karena bibit sapi perah Ponorogo rata-rata di beli para peternak Ponorogo dari Kabupaten Malang. Sehingga diperlukan pemantauan cukup ketat agar tidak ada penularan akibat mobilitas antara daerah ini,”ungkap Masun.

“Dan alhamdulilah setelah kita melakukan pemantauan hampir di semua titik perbatasan Insyaaloh sampai saat ini belum masuk di Ponorogo. Sehingga kita fokuskan pemantauan di perbatasan Trenggalek karena khawatir melihat Malang sudah terjangkit pada kasus sapi perah. Dan sebagaian peternak Ponorogo ambil bibitnya di Malang,” kata Masun, Minggu (15/5/2022).

Sementara untuk di perbatasan Wonogiri dirasa tidak begitu mengkhawatirkan karena wilayah Provinsi Jawa Tengah masih dalam kondisi aman.

“Kita fokuskan di perbatasan Ponorogo-Trenggalek ya, untuk dari arah barat Wonogiri Insya Allah tidak terlalu mengkhawatirkan karena Jawa Tengah masih aman,” imbuhnya.

Lebih lanjut  Masun menegaskan  pemantauan saat ini lebih di fokuskan di Jatim karena daerah yang ditetapkan KLB oleh Propinsi Jawa Timur sebelumnya hanya 4 Yaitu Kabupaten Mojokerto, Gresik, Sidoarjo dan Lamongan, namun kini kabupaten malang juga terjangkit.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar