Jaga Kelestarian Alam, Forkopimda Trenggalek Tanam 100 Ribu Pohon

KBRN, Trenggalek : Untuk menjaga kelestarian alam, Fokopimda Trenggalek yang di inisiasi oleh Polres Trenggalek, menggelar aksi tanam 100 ribu pohon tahap ke dua yang di pusatkan di Desa Tegaren, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.

Penanaman 100 ribu pohon, dengan mengambil tema ‘Lestarikan alam, wariskan kebaikan’, untuk tahap pertama dilaksanakan di Konang, Kecamatan Panggul. Sedangkan tahap ke dua di gelar dan dipusatkan di Desa Tegaren, Tugu. Kegiatan ini juga digelar secara serentak se-Kabupaten Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera,  mengatakan, kegiatan penanaman 100 ribu pohon ini, merupakan wujud dan kepedulian Polres Trenggalek terhadap kelestarian lingkungan.

“Total bibit yang kita tanam berjumlah 100 ribu terdiri dari mangrove, tanaman keras produktif dan buah-buahan. Penanaman dilakukan secara serentak di 14 Kecamatan se-Kabupaten Trenggalek,” ungkapnya. Jumat (28/1/2022)

Dijelaskan penanaman pohon di area wisata Banyu Lumut, Desa Tegaren, Tugu ini, selain langkah mencegah bencana alam juga sebagai upaya merintis wisata di Kecamatan Tugu. Sedangkan untuk jangka panjangnya adalah meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

Selain itu reboisasi ini, juga bertujuan untuk menjaga kelestarian alam sekaligus edukasi cinta lingkungan kepada masyarakat dan generasi muda serta pencegahan dan mitigasi bencana alam banjir dan tanah longsor.

“Kegiatan tidak berhenti disini, namun untuk keberlanjutan. Setelah penanaman pohon, tetap dilakukan perawatan agar tanaman bisa tumbuh dengan baik,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan apresiasi atas inisiasi Polres Trenggalek dengan menggelar penanaman 100 ribu pohon dan seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi.

Dalam kesempatan itu Bupati Arifin juga mengimbau kepada masyarakat, untuk menanam satu pohon perorang minimal satu tahun sekali dan itu di sesuaikan kultur wilayah.

“Sehingga dengan demikian kedepan bisa ambil manfaatnya. Seperti buahnya bisa diolah, kemudian bambu bisa digunakan untuk sandang, pangan, papan maupun kontruksi dan lainnya. Jadi harapannya perekonomian Trenggalek ini berbasis ekonomi hijau” terangnya.

Bupati Arifin menjelaskan, pada tahun 2030 mendatang Indonesia berupaya mewujudkan ekonomi yang lebih hijau melalui pembangunan rendah karbon.

“Untuk itu perlu ada komitmen bersama dalam menekan emisi karbon sebagai upaya menurunkan suhu bumi dengan secara bersama-sama menjaga ekosistem penghasil oksigen,” Pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar