Kota Madiun Belum Berani PTM 100 Persen

KBRN, Madiun: Seluruh siswa usia 6-11 tahun di Kota Madiun telah tuntas divaksin covid-19 dosis dua pada Kamis lalu (27/1/2022). Totalnya ada 11.672 siswa di usia tersebut dari 73 SD negeri maupun swasta telah tuntas mendapat suntikan vaksin dosis lengkap. Namun demikian vaksinasi saja dinilai tidak cukup sebagai persyaratan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Dinas Pendidikan (Dindik) tetap menggelar PTM, namun sifatnya masih terbatas, dengan kapasitas 50 persen siswa per kelas.

Kepala Dindik, Lismawati mengatakan, kebijakan itu diterapkan menyesuaikan instruksi wali kota. Mengingat penyebaran Covid-19 di Kota Madiun kembali meluas pasca ditemukannya klaster BNI 46 Kantor Cabang (Kacab) Madiun. Apalagi klaster tersebut turut menyebar ke sekolah, menyebabkan dua siswa dua satuan pendidikan terpapar corona.

Dirinya menyebut, penyelenggaraan PTM 100 persen tidak hanya dilihat dari sisi capaian vaksinasinya yang tinggi. Melainkan juga mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan siswa, ketika berada di sekolah.

“Kalau kondisinya benar-benar sudah aman saya berani 100 persen. Di sekolah memang kemarin ada dua kasus, tapi di masyarakat kan ada penambahan (kasus terkonfirmasi.red). Anak-anak ini kan nggak bisa lepas dari masyarakat ketika ada di rumah, ini yang dikhawatirkan,” ujarnya, Jum’at (28/1/2022).

Lismawati menjelaskan, sejauh ini belum ada temuan kasus tambahan pasca satu kasus masing-masing di SD Muhammadiyah dan SMPN 2 Kota Madiun. Kendati begitu, menurutnya hal itu belum dapat memberikan jaminan keamanan jika PTM 100 persen kembali dibuka. Kesehatan siswa dan guru menjadi pertimbangan prioritas.

“Makanya kita tetap PTM tapi sifatnya terbatas,’’ lanjutnya.

Lismawati mengakui mendisplinkan siswa taat protokol kesehatan (prokes) tak semudah membalikkan tangan. Apalagi selama pandemi ini, seluruh guru dan tenaga kependidikan di sekolah berjibaku mengingatkan siswa agar disiplin prokes. Mulai memakai masker, hingga menjaga jarak.

“Ya sulit meskipun setiap saat kita edukasi. Nyatanya kami masih saja menemukan tidak sesuai yang seharusnya,’’ ungkapnya.

Tantangan utama saat ini, lanjut dia, masih kerap ditemukan kerumunan siswa di dalam kelas. Jarak ideal antar siswa seharusnya satu meter. Namun dalam praktiknya, imbauan itu sulit diwujudkan. Terutama pada siswa usia jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), dan sekolah dasar (SD).

“Ini yang buat dilema dan rawan,’’ tambahnya.

Lismawati menegaskan, jika kasus covid-19 di Kota Madiun melandai, PTM akan dibuka secara bertahap. Kemungkinan akan menambah durasi jam belajar di sekolah, sebelum nantinya diterapkan 100 persen di sekolah.

“Jika sudah benar-benar zero dan aman baru bisa full 100 persen,’’ pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar