Ini Cara Mudah Bayar Denda Tilang di Kota Madiun

KBRN, Madiun: Pelanggar lalu lintas di Kota Madiun kini dipermudah dalam membayar tilang. Mereka tidak lagi datang ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari), melainkan langsung ke kantor Pos Madiun. Ini setelah adanya kerja sama antara Kejari Kota Madiun bersama  kantor Pos Madiun.

Seperti terlihat pada Kamis pagi (27/1/2022), ratusan pelanggar, antre membayar denda tilang kepada petugas. Seorang pelanggar asal Maospati Magetan, Savina Damayanti mengatakan, pembayaran denda tilang tak serumit yang dibayangkan. Kali pertama, mengambil nomor antrean di kantor Pos kemudian masuk ke loket pembayaran.

"Alhamdulillah disini mudah (pembayaran tilang.red). Dan saya ini baru pertama kali juga kena tilang, karena waktu itu belok kiri jalan terus padahal harusnya berhenti. Kena tilang Rp40 ribu," katanya.

Kepala Kejari Kota Madiun, Bambang Panca Wahyudi mengakui, jumlah pelanggar di wilayah Madiun Kota masih cukup tinggi. Terbukti, selama sepekan terakhir ini, terdapat 1.250 pelanggar hasil giat patroli hunting sistem yang dilakukan Satlantas Polres Madiun Kota. Karenanya Kejaksaan bekerja sama dengan kantor Pos dalam hal pelayanan tilang. Jika pelayanan dilakukan di kantor kejaksaan dengan jumlah pelanggar membludak, kata Bambang, dikhawatirkan berjubel terlalu lama.

"Untuk pelayanan terbaik bagi masyarakat pelanggar tilang kita sementara untuk pelanggar dalam jumlah besar kita laksanakan di kantor pos," ungkapnya.

Bagi yang tidak bisa hadir di hari penetapan sidang, bisa membayar tilang di kantor Pos maupun BRI sedangkan barang bukti dapat diambil di kantor kejaksaan. Adapun personel kejaksaan yang diterjunkan melayani pembayaran tilang, sekitar 5-7 orang.

Nandi Hidayat, Eksekutif General Manager Kantor Pos Cabang Utama Madiun menyatakan, para pelanggar tilang datang ke kantor Pos Madiun menyerahkan slip biru/merah kepada petugas. Kemudian membayar denda tilang sesuai putusan Pengadilan Negeri (PN). Selanjutnya, pelanggar mendapat resi pembayaran denda tilang resmi dari kantor pos, berikutnya, BB tilang berupa STNK dan SIM dapat diberikan ditempat.

"Pelanggar tidak datang semua biasanya, tapi pengalaman kami selama ini kalau 1.200 itu tidak sampai sore sudah selesai," tuturnya.

Sementara itu berdasarkan data di Kejari Kota Madiun selama tahun 2021, terdapat 4.226 pelanggar. Pelanggar mayoritas usia produktif. Rata-rata mereka melanggar marka jalan, tidak menggunakan helm maupun tidak menggunakan helm SNI, tidak menyalakan lampu di siang hari, melanggar traffic light, maupun tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar