Dampingi Kunker Menko PMK, Dandim Madiun: TNI Dukung Penurunan Angka Stunting

KBRN, Madiun: Dandim 0803/Madiun Letkol Inf Edwin Charles bersama Forkopimda Kabupaten Madiun mendampingi kunjungan kerja (kunker) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy terkait penanganan Stunting di Kabupaten Madiun, Rabu (26/1).

Muhadjir mengakui, masih banyak masyarakat yang belum memiliki pemahaman tentang stunting. Artinya, mereka masih mengira stunting adalah masalah kurang gizi atau kerdil secara pertumbuhan namun sebenarnya utamanya adalah masalah pertumbuhan volume otak.

"Sesuai target Presiden Jokowi di 2024 di angka 14 persen. Minimum per tahun kasus stunting harus turun 2,7 persen, bahkan kalau bisa lebih," ujar Menko PMK.

Ia mengatakan penyebab tingginya angka stunting di Indonesia dikarenakan kurangnya asupan gizi kronis. Kemudian rendahnya cakupan akses air maupun sanitasi penduduk yang memiliki akses air minum berkualitas masih rendah. Namun demikian, dirinya mengapresiasiasi penanganan stunting di Kabupaten Madiun yang sudah memenuhi capaian mininum.

"Kalau ingin negara kita maju maka kita harus berantas angka stunting" kata Muhadjir.

Upaya pemberian tablet tambah darah (TTD) ke sekolah-sekolah untuk remaja putri juga sangat diperlukan. Ini dilakukan untuk meminimalisiasi perempuan usia muda mengalami anemia. Namun ia berharap agar tablet tersebut benar-benar diminum oleh para remaja sehingga program tersebut benar-benar terlaksana.

"Tablet tambah darah itu rasanya gak enak, makanya banyak remaja kita yang diberi namun tidak diminum. Kita harus pastikan tablet tambah darah tersebut diminum kalau perlu minum ditempat atau difoto," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Madiun menuturkan di Kabupaten Madiun penanganan stunting tidak terfokus pada satu dinas saja. Namun juga dilakukan dengan sistem Integrated Development Plan yang artinya sinergitas seluruh OPD karena masalah stunting adalah masalah yang kompleks.

"Stunting adalah masalah yang kompleks tidak bisa ditangani satu dinas saja sehingga memerlukan penanganan dari semua pihak," jelas Bupati.

Sementara itu Dandim 0803/Madiun Letkol Inf Edwin Charles menyatakan, pihaknya akan mengintruksikan Babinsa jajaranya untuk berkolaborasi dengan bidan desa, PKK, dan kader KB, melakukan langkah-langkah guna menekan angka stunting di desanya masing-masing.

"Kami juga sangat mendukung upaya pencegahan angka sunting di wilayah Kabupaten Madiun," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar