4 Siswa SMK Yoso Ciptakan Paving Poros, Diklaim Mampu Mengatasi Genangan

KBRN, Magetan:  Salah satu tim inotek yang beranggotakan siswa program studi Desain Pemodelan dan  Informasi Bangunan SMK Yoso Negoro, berhasil membuat batako paving yang diklaim efisien mengatasi genangan. Ketua tim, Tony Romansyah mengatakan, ide pembuatan batako paving poros berawal dari salah satu lokasi disekolahnya yang selalu tergenang air saat musim hujan tiba.

Uniknya, bahan baku batako paving poros berasal dari sejumlah limbah bangunan berupa kerikil kecil serta limbah serbuk besi dari hasil bengkel praktek di sekolah.

“Di bagian sekolah sebelah Timur ada pembangunan untuk bengkel, kebetulan disana banyak kerikil berserakan, dari perbengkelan disana banyak serbuk besi yang tidak terpakai. Kami ahirnya mempunyai ide membuat paving poros. Kami berupaya menambahkan serbuk besi untuk menambah kekuatan tekanan tapi dari segi porosinya tidak mempengaruhi kekuatan posorsinya agar bisa menyerap air,” ujarnya.

Tony menambahkan, timnya sempat gagal dalam uji coba pembuatan batako paving  poros karena proporsi bahan yang kurang pas. Setelah percobaan kedua, batako paving poros ciptaan Tony dan ketiga rekannya yang diklaim ramah lingkungan, mampu menjadi biopori dan menyerap air lebih banyak dibanding batako paving biasa akhirnya berhasil dibuat.

“Ada kemampuan serap, kalau paving konvensional itu kan banyak campuran bahan halus jadi lebih padat. Kalau paving ini campurannya kasar dan bahan pengikat tidak terlalu banyak jadi bagian dalam berongga. Kalau ada air hujan, air bisa langsung menerobos,” imbuhnya.

Tony Romansyah berharap batako paving  poros mendapat perhatian dan bisa dikembangkan lebih lanjut sehingga dapat dimanfaatan oleh masyarakat mengingat saat ini banyak kasus banjir di sejumlah daerah dikarenakan kurangnya kawasan  resapan air hujan. Batako paving  poros mereka diharapkan akan mampu membantu pemerintah mengatasi hal tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar