Orangtua Asuh Untuk Kurangi Stunting

KBRN, Ngawi : Pemerintah pusat menargetkan prevalensi angka stunting 14 persen pada tahun 2024. Di Kabupaten Ngawi capaian angka untuk menurunkan stunting yakni 13 persen di tahun 2021. Hal ini lantaran, pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Kesehatan melakukan pendampingan secara intensif sejak remaja sampai ibu hamil melahirkan hingga anak usia dua tahun.

Sub Kordinator Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi Ikhlas Karyanti menyampaikan Stunting adalah kondisi tumbuh kembang anak lambat dibanding anak seusianya. Diantaranya program untuk menurunkan stunting di Kabupaten Ngawi yakni orangtua asuh. Pejabat OPD ditunjuk sebagai orangtua asuh untuk mendampingi keluarga yang memiliki balita stunting.

“Orangtua asuh di Kabupaten Ngawi yang di SK-kan oleh Bupati, itu meliputi kepala OPD sampai kepala bidang, jadi eselon dua dan eselon tiga, camat dan kepala Puskesmas. Itu nanti yang menjadi orangtua asuh balita stunting“ungkap Ikhlas.

Ikhlas menyampaikan selain melalui program orangtua asuh, upaya untuk menurunkan angka stunting yakni dengan mengawasi 1000 hari pertama kehidupan. Pengawasan yakni dilakukan sejak wanita Kurang Enegri Kronis (KEK) dinyatakan hamil dan terbentuk janin didalam kandungan, hingga bayi lahir dan berusia dua tahun.(Mk/Sof)

Foto/ilustrasi : google/net dok mommyasia

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar