Angka Stunting Terus Turun, Magetan Tetap Fokus Libas Stunting

KBRN, Magetan: Pemerintah kabupaten Magetan terus berupaya menekan angka stunting diwilayahnya dengan melibatkan seluruh OPD salah satunya Dinas Kesehatan. Berdasarkan data yang dipaparkan staf  Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Magetan, Dwi Tutut Yanuarti, angka stunting di kabupaten Magetan dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan.

“Berdasarkan data Bulan Timbang yang dilakukan setiap Februari dan Agustus itu kita dikisaran 10%. Pada Februari 2020 sebesar 10,29%, Februari 2021 sebesar 10,53%, dan terakhir agustus 2021 turun menjadi sebesar 10,2%,” paparnya.

Salah satu strategi yang dilakukan ialah dengan memfokuskan penanganan stunting di 34 desa di 11 Kecamatan sebagai lokus penanganan stunting sesuai arahan Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bapenas. Dinas Kesehatan melakukan program Poros Posyandu melibatkan bidan desa, dokter Puskesmas, dokter spesialis anak di rumah sakit umum Dr Sayidiman Magetan serta kerja sama dengan Habibi Institute

“Magetan menjadi salah satu kabupaten pilot project Habibi institute. Kendala kami salah satunya adalah pada pola pikir. Untuk itu ditingkat desa kita bekerjasama tim penggerak PKK, kader untuk melakukan pendekatan dan pendampingan kepada keluarga keluarga tersebut,” lanjutnya.

Menurut Tutut, salah satu kendala dalam penanganan stunting ialah pola pikir yang keliru dimana orang tua menilai anak-anak mereka tidak menderita stunting hanya dari penampilan fisik.

“Begitu anak ini kita ukur berat badan, tinggi badan dan kita interpretasikan anak ini seharusnya mendapat rujukan, orang tua tidak bersedia. Karena menganggap ‘anak saya sehat kok’ secara penampilan fisik sehat, tidak menunjukkan kurus. Padahal kalau mereka tidak segera kita rujuk dan kita tangani setelah nanti melewati 1000 hari pertama kehidupan akan sulit diperbaiki,” terangnya.

Pemicu lain kasus stunting di Magetan ialah pola asuh yang keliru, dimana masih banyak anak yang diasuh oleh orang yang kurang memahami kebutuhan gizi. Dengan pendekatan personal dari lingkup terdekat diharapkan edukasi pencegahan stunting dapat tersampaikan dengan baik. Sehingga angka stunting dapat turun menjadi 3% di tahun 2023 sesuai target nasional.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar