Hari Kusta Sedunia, Penderita Kusta Jangan Dijauhi

KBRN, Ngawi : Momentum Hari Kusta Sedunia 25 Januari , Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi mengharapkan masyarakat tidak mengucilkan warga yang menderita kusta. Meski penyakit kusta menular dan dapat menyebabkan cacat fisik, kusta tidak serta merta mudah menular.

Sub Kordinator Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi Joko Marwanto menyampaikan sejauh ini penderita kusta aktif di Kabupaten Ngawi ada sebanyak 23 orang. Meski Kusta adalah penyakit menular, masa inkubasi kusta butuh waktu lama. Sehingga masyarakat dihimbau agar tidak menjauhi penderita kusta.

Joko mencontohkan misal penderita kusta berwirausaha kemudian dijauhi dengan tidak membeli atau menggunakan produknya, maka sama halnya itu menyingkirkannya. Hal itu agar dihindari, dengan memberi dukungan tetap membeli dan menggunakan produknya.

“Jangan dijauhi orangnya, karena kusta memerlukan masa inkubasi yang panjang 2-5 tahun. Sehingga tidak perlu khawatir kemudian menjauhi ketika orang itu dinyatakan penderita kusta, tapi kita juga harus memberi support“kata Joko.

Joko menyampaikan pencegahan kusta dapat dilakukan antaralain dengan pola hidup bersih dan sehat, termasuk perilaku cuci tangan yang telah banyak diterapkan. Sekarang ini, Pemerintah menargetkan program eliminasi kusta. Untuk itu, Dinas Kesehatan melakukan Rapid Vilage Survey (RVS) di daerah potensi kusta, serta penemuan kontak erat dengan penderita kusta termasuk di sekolah-sekolah. Dalam pengobatan kusta memerlukan waktu lama sekitar sembilan bulan. Pengobatan dapat dilakukan di pelayanan kesehatan secara gratis seperti di Puskesmas.(Mk/GG)

Foto/ilustrasi : google/net dok. halodoc

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar