Berkas Perkara Dugaan Penyalahgunaan Anggarandi PDAM Dinyatakan P-21

KBRN, Madiun: Perkara dugaan penyalahgunaan anggaran pembayaran honor tenaga harian lepas (THL) PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun terus bergulir. Berkas perkara S.K, eks pegawai PDAM akhirnya dinyatakan P-21 atau lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kota Madiun, Toni Wibisono mengatakan, penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke JPU dilaksanakan pada Senin (24/1/2022). Toni mengatakan, saat ini S.K masih berada di Lapas Kelas I Madiun, sebelum nantinya dipindahkan ke Rutan Kejati Jatim cabang Rutan Medaeng.

“Rencana selanjutnya sesuai dengan alur dari penanganan perkara maka secepatnya kita akan lakukan pelimpahan kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Surabaya. Pelimpahan direncanakan minggu depan,” ujarnya.

Toni menyebut, sementara ini baru ada satu orang yang ditetapkan tersangka atas kasus dugaan penyalahgunaan anggaran untuk 14 orang THL di lingkup PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun.

“Sampai dengan saat ini penyidik masih sesuai dengan hasil yang pertama, jadi belum ada tersangka yang lain,” tambahnya.

Seperti diketahui,  S.K merupakan eks pegawai PDAM Kota Madiun yang kala itu menjabat sebagai Kepala Bagian Transmisi dan Distribusi periode tahun 2015 hingga 2021. Yang bersangkutan telah melakukan penyalahgunaan anggaran untuk pembayaran THL pada Bagian Transmisi dan Distribusi.  Berdasarkan laporan hasil audit dari tim ahli, kejadian tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp263,6 juta.

Atas kejadian itu, S.K disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar