Omicron Terdeteksi di Kota Madiun, Pemkot Perluas Tracing

KBRN, Madiun: Pemerintah Kota Madiun memperluas tracing atau pelacakan pasca adanya sembilan warga kota terkonfirmasi positif covid-19 varian baru, omicron. Kesembilan kasus itu merupakan klaster BNI 46 Kantor Cabang (Kancab) Madiun.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) setempat, dr. Denik Wuryani mengatakan, upaya tracing diperluas terhadap kontak erat, baik keluarga maupun terhadap karyawan BNI 46. Menurutnya, jika ditemukan ada satu kasus, minimal 15 orang di sekitarnya ikut dilakukan pelacakan.

“Kita perkuat tracing ya, setelah itu kita lakukan testing. Testing ini kalau ketahuan positif dan di swab tes PCR ternyata CTnya kurang dari 30, maka akan kita kirim ke Surabaya untuk dilanjutkan tes Whole Genome Sequencing (WGS) untuk memetakan varian Covid-19,” kata Denik ditemui usai mengikuti kegiatan forkopimda bertajuk ‘Pamor Keris’ di RSUD Kota Madiun, Senin (24/1/2022).

Sementara itu Walikota Madiun, Maidi menaruh perhatian serius terhadap masuknya omicron di wilayahnya. Bahkan penerapan protokol kesehatan diperketat. Tak hanya itu, edukasi ke masyarakat juga ditingkatkan, agar tidak abai prokes, utamanya penggunakan masker.

“Atensi khusus kita ya jangan terlena, harus pakai masker, kalau belum vaksin, ayo saya vaksin. Masyarakat harus waspada, ini kita antisipasi benar sehingga jangan sampai omicron ini meluas,” ujarnya.

Disamping itu, pemkot berupaya memaksimalkan vaksinasi covid-19. Baik dosis satu, dosis dua maupun booster atau penyuntikan vaksin ketiga. Bukan hanya dilayani di fasilitas pelayanan kesehatan yang ditunjuk Dinkes-PPKB, melainkan juga dilayani saat ada kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Madiun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar